Search :

Advance


DAYA TANGGUH (RESILIENSI) ANAK USIA 6-12 TAHUN DI PANTI ASUHAN ANEUK NANGGROE KEUTAPANG BANDA ACEH

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang WASI PURNAMA WATI - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Wati, Wasi Purnama. 2017. Daya Tangguh (Resiliensi) Anak Usia 6-12 Tahun di Panti Asuhan Aneuk Nanggroe Keutapang Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dra. Rosma Elly, M.Pd (2) Dra. Hasmiana Hasan, M.si Kata kunci : Daya Tangguh (Resiliensi), Anak usia 6-12 Tahun, Panti Asuhan Penelitian ini adalah penelitian mengenai daya tangguh (resiliensi) anak usia 6-12 tahun di panti asuhan. Daya tangguh (resiliensi) adalah kapasitas yang bersifat universal untuk mencegah, meminimalisir atau melawan pengaruh yang merusak saat mengalami ketidakberuntungan atau kemalangan. Resiliesnsi memberi kemampuan untuk bangkit kembali dari hal yang tidak menyenangkan. Pada anak usia 6-12 tahun yang tinggal di panti asuhan ada kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan mereka mengalami banyak tekanan terkait dengan kondisi mereka sebagai anak dengan tahap perkembangan menuju remaja secara bersamaan tidak tinggal dengan orang tua. Penelitian ini dilakukan di panti asuhan dengan asumsi bahwa kondisi di panti asuhan berbeda dengan kondisi di luar panti asuhan dimana ada batasan, aturan, interaksi dan sistem yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif eksploratif. Peneliti membangun sesuatu yang kompleks, gambaran secara keseluruhan, menganalisis kata, melaporkan secara detail dari sudut pandang subjek dan melakukan penelitian dalam setting alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi anak usia 6-12 tahun di panti asuhan serta kesulitan dan kemudahan dalam menciptakan resiliensi pada diri anak tersebut. Kriteria subjek penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun dan tinggal di panti asuhan Aneuk Nanggroe Keutapang Banda Aceh yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan tambahan observasi di lapangan. Wawancara dilaksanaan berdasarkan dengan panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti dan berpatokan dari landasan teori. Data berupa verbatim wawancara dan di analisis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa seluruh subjek memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal karakter resiliensi terkait diri, latar belakang dan lingkungan di sekitar mereka. Penelitian juga menentukan pentingnya dukungan sosial dalam memelihara dan mengembangkan resiliensi. Penelitian juga menunjukkan bahwa latar belakang dan dukungan yang saat ini didapatkan menentukan kemudahan dan kesulitan dalam menciptakan resiliensi diri anak.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERAN PEKERJA SOSIAL (PEKSOS) DALAM PEMBENTUKAN RESILIENSI ANAK BINAAN PANTI ASUHAN DARUSSA'DAH (khaula mutia, 2016)

PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA ANAK JALANAN DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE BERDASARKAN USIA (Nurul Annisa, 2015)

PERAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DARUSSA’ADAH ACEH DALAM USAHA PEMBINAAN MORAL ANAK-ANAK TERLANTAR (Muhammad Multaza, 2016)

PANTI ASUHAN DI BANDA ACEH (Nurul Fitria, 2014)

POLA PEMBINAAN AGAMA DAN MORAL ANAK DI PANTI ASUHAN ISLAM MEDIA KASIH SEUTUI BANDA ACEH (Sri Rahma Yulis, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.