Search :

Advance


PENERAPAN KETENTUAN JARIMAH KHAMAR DI WILAYAH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH ACEH TENGGARA

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RIDUWAN - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

Pasal 15 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat mengancam para peminum khamar dengan ‘uqubat hudud cambuk sebanyak 40 (empat puluh) kali. Namun kenyataannya, yang terjadi di Aceh Tenggara masih banyak ditemukan kasus peminum khamar yang perkaranya diselesaikan dengan penyelesaian adat. Tujuan penulisan tugas skripsi ini untuk menjelaskan faktor penyebab masih banyaknya peminum khamar, menjelaskan usaha yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tenggara dalam penertiban pelanggaran jarimah khamar, serta menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tenggara dalam menegakkan ketentuan jarimah khamar. Data yang diperoleh dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan sumber data secara teoritis: buku-buku, doktrin, jurnal hukum, dan peraturan undang-undang yang berlaku, sedangkan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer: melalui wawancara dengan responden maupun informan. Hasil dari penelitian lapangan ditemukan bahwa faktor penyebab masih banyaknya peminum khamar di Aceh Tenggara adalah masyarakat Suku Batak (Non-muslim) di Aceh Tenggara menganggap minuman tuak adalah jenis minuman adat, anggapan bahwa tuak bukan jenis dari jarimah khamar, serta tuak memberikan manfaat bagi kesehatan mereka. Usaha dalam penertiban pelanggaran jarimah khamar adalah, melakukan sosialisasi Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, melakukan rapat dengan para tokoh adat dan tokoh ulama, serta melakukan pola pembinaan. Hambatan yang dihadapi adalah akan menimbulkan konflik yang lebih besar, adanya penolakkan dari masyarakat dengan alasan tuak adalah minuman adat. Disarankan agar adanya suatu penelitian kadar dari alkohol minuman tuak agar masyarakat mengetahui secara pasti berapa kadar alkohol yang terkandung di dalam minuman tuak.Sosialisasi Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dilakukan secara berkala dan juga disarankan agar pada saat peenegakkan Jarimah Khamar Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tenggara lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

RASIONALISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH SESUAI DENGAN PERAN DAN FUNGSINYA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (RIZKI YULIANDA, 2017)

PENERAPAN HUKUM TERHADAP PENJUAL MINUMAN TUAK YANG DIATUR DALAM QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA SUBULUSSALAM) (Ahmad Ari Sambo, 2017)

TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELANGGARAN QANUN NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENERTIBAN PEMELIHARAAN TERNAK DI KABUPATEN PIDIE (MUHAMMAD YANI, 2016)

PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP PELAKU JINAYAT KHAMAR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BANDA ACEH) (JIHAN NADIA, 2016)

PENEGAKKAN QANUN GAYO LUES NOMOR 09 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN HEWAN TERNAK OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (AHMAD YANI PORANG, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.