//

PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang LENI ARLIA - Personal Name
SubjectASPHALT - MATERIALS SCIENCE
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

Aspal porus memiliki stabilitas yang rendah namun memiliki permeabilitas tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran. Untuk itu perlu ditambahkan material lain untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gondorukem. Gondorukem merupakan hasil destilasi/penyulingan getah dari pohon pinus merkusii yang berbentuk padat berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gondorukem sebagai bahan substitusi aspal penetrasi 60/70 terhadap karakteristik campuran aspal porus berdasarkan metode Australian Asphalt pavement Association (AAPA) yaitu terhadap stabilitas, kelelehan plastis (flow), density, kadar rongga dalam campuran (voids in mix), marshall quotient, permeabilitas, durabilitas, dan terhadap nilai cantabro loss (CL) serta asphalt flow down (AFD). Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) digunakan metode AAPA dengan parameter nilai CL, AFD, dan VIM. Gradasi mengikuti gradasi terbuka dengan kadar aspal yang digunakan adalah 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5% tanpa variasi penggunaan gondorukem. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan Marshall, CL dan AFD untuk mendapatkan KAO. Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan variasi ± 0,5 dari nilai KAO dengan variasi penggunaan gondorukem sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8% dari kadar aspal. Selanjutnya dibuat benda uji untuk pengujian permeabilitas dan durabilitas pada kadar aspal optimum terbaik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar aspal optimum (KAO) terbaik pada 5,56% dengan substitusi 8% gondorukem, dimana semua parameternya telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan AAPA (2004). Penambahan gondorukem berpengaruh terhadap nilai karakteristik Marshall, CL, dan AFD, dimana semakin besar persentase gondorukem ke dalam aspal pen. 60/70, maka semakin meningkatkan nilai stabilitas, VIM, CL dan AFD. Pada kadar aspal optimum terbaik diperoleh nilai stabilitas sebesar 554,81 kg, nilai VIM sebesar 18,04%, nilai CL sebesar 20,66% dan nilai AFD sebesar 0,28%. Nilai permeabilitas yang diperoleh sebesar 0,2212 cm/det dan sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan, tetapi nilai durabilitas yang diperoleh yaitu 76,68% tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan yaitu > 90%, hal ini dikarenakan menurunnya daya ikat aspal terhadap agregat yang disebabkan oleh masuknya air ke dalam pori campuran sehingga menurunkan tingkat keawetan campuran aspal. Kata kunci : Gondorukem, Aspal Pen 60/70, Aspal Porus, Metode AAPA.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMANFAATAN GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 PADA CAMPURAN ASPAL PORUS (Affirnando Selian, 2017)

PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (LENI ARLIA, 2017)

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM PADA PENGUJIAN MARSHALL & ASPHALT FLOW DOWN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (Nur Fazillah, 2014)

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN STYROFOAM SUBSTITUSI ASPAL PEN 60/70 (FEBBY SALSHA NABILLA, 2018)

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP PERMEABILITAS DAN RNDURABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS (Lathifah Husna, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy