//

PERILAKU KUAT TEKAN BETON SUBSTITUSI AGREGAT DAUR ULANG SEBAGAI AGREGAT KASAR (SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAS 0,4 DAN KOMPOSISI AGREGAT KASAR DAUR ULANG 0%, 35%, 50% DAN 100%)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Atika Aulia Amru - Personal Name

Abstrak/Catatan

Beton adalah bahan yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi, sehingga dapat menimbulkan limbah beton baik dalam pelaksanaannya maupun saat pembongkaran, sehingga dibuat suatu alternatif dengan menggunakan limbah beton sebagai substitusi agregat kasar daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton substitusi agregat daur ulang sebagai agregat kasar atau RCA (Recycled Concrete Aggregate) dan mengamati mikrostruktur beton dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Pada pengujian kuat tekan, benda uji yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 36 benda uji silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm dan faktor air semen (FAS) 0,4. Pada pengujian SEM digunakan sampel dari pengujian kuat tekan pada umur 28 hari yang berjumlah 3 sampel berbentuk kubus dengan ukuran 3 cm x 3 cm x 3 cm. Pada penelitian ini, agregat daur ulang yang digunakan sebagai pengganti agregat kasar berasal dari limbah beton hasil pengujian dengan mutu K-175 yang dihancurkan kemudian disaring dengan menggunakan saringan 31,5 mm. Persentase RCA yang digunakan sebagai subtitusi agregat natural, yaitu 0%, 35%, 50% dan 100%. Pengujian tekan beton dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata beton substitusi agregat daur ulang dengan variasi 35% dan 50% mengalami peningkatan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Kadar optimum terdapat pada persentase 50% sebesar 12% dari beton konvensional, yaitu sebesar 48,88 MPa. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa nilai kuat tekan rata-rata maksimum terdapat pada persentase 50% (28 hari) disebabkan beton substitusi agregat kasar daur ulang 50% memiliki ITZ dan rongga pori yang paling kecil. Nilai modulus elastisitas terbesar terdapat pada persentase RCA 50% pada umur 28 hari, yaitu 34.137 MPa (ASTM C39-04) dan 34.460 MPa (Pauw, 1960). Jenis pola kehancuran yang dominan terjadi pada umur 7, 14 dan 28 hari adalah kerucut dan belah.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KUAT TARIK LENTUR BETON DENGAN VARIASI KOMPOSISI AGREGAT DAUR ULANG (RECYCLED AGGREGATE) (RIO RIVANDI, 2017)

ANALISIS KUAT LENTUR BETON DENGAN KOMPOSISI 35%,50% DAN 100% AGREGAT DAUR ULANG (Maskura Sadila, 2018)

PENGARUH PENGGUNAAN SUBSTITUSI ADITIF, AGREGAT HALUS, AGREGAT KASAR DAN PENAMBAHAN FILLER BIJIH BESI TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAKTILITAS BETON MUTU TINGGI HYBRID (Fauzan Z, 2017)

ANALISIS POTENSIAL AGREGAT PASIR UNTUK MATERIAL CAMPURAN BETON PADA QUARRY DESA LOKOP KABUPATEN ACEH TIMUR (Iklasul amal, 2017)

PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (SELA FITRIANI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy