Search :

Advance


STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAUMERE NOMOR NO. 88/ PID.B/ 2015/PN.MME TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang T. ARIF MUHAJIR - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK T. ARIF MUHAJIR, STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAUMERE NOMOR: 88/Pid.B/2015/PN-Mme, 2017 TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v,61) pp.,bibl.,app Tarmizi S.H.,M.Hum. Pada Putusan Nomor 88/Pid.B/2015/PN-Mme Terdakwa Simon Sinu Krais Naseret Deteng Witak bersalah melakukan tindak pidana Pencurian Dengan Pemberatan sebagaimana diatur dan di ancam pidana Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dan Pasal 362 KUHP dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Dari tindak pidana tersebut terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 5 dan dijatuhkan hukuman selama 6 (enam) bulan. Dalam hal ini permasalahannya yang didapat berupa penerapan pasal yang tidak tepat dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum, dimana yang seharusnya terjadi itu pencurian dalam keluarga yang diatur dalam Pasal 367 ayat (2), dan kurang cermatnya hakim dalam mempertimbangkan fakta-fakta dipersidangan. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan dasar hukum dari Jaksa Penuntut Umum sudah tepat atau tidak dalam putusan 88/Pid.B/2015/PN-Mme dan untuk menjelaskan pertimbangan hakim yang seharusnya seperti apa dan sudah sesuai tidak dengan nilai-nilai keadilan. Penelitian ini bersifat studi kasus apabila dilihat dari tujuannya termasuk dalam penelitian hukum normative (normative legal research). Data yang digunakan, yaitu melalui studi kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan dengan maksud memperoleh data sekunder yaitu melalui serangkaian membaca, mengutip, menelaah perundang-undangan yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaksa Penuntut Umum disini tidak cermat dalam melihat dimana adanya unsur hubungan keluarga dari pelaku dan korban. Sehingga yang seharusnya perlu adanya juncto “bertalian dengan, berhubungan dengan” artinya juncto bisa dipakai apabila ada ketentuan hukum yang saling berkaitan dan memiliki hubungan, kemudian hakim masih kurang cermat dimana jika dilihat dari kronologi kejadian kasus ini sebenarnya kasus pencurian yang terjadi dalam keluarga ditambah lagi korban mengakui dalam pemeriksaan bahwasanya si pelaku adalah keluarga dari korban. Disarankan perlu adanya ketepatan dalam menganilisis setiap kejadian yang ada dengan unsur pasal yang akan digunakan Jaksa agar tidak memunculkan pertimbangan yang salah dan tidak terjadinya multitafsir dalam memaknai pasal, dan hakim harus lebih telit dalam mempertimbangkan setiap fakta yang terjadi dipersidangan, agar tidak terjadi melompat ke kesimpulan (jumping conclusions) dimana hakim tidak memperhatikan fakta-fakta di persidangan, oleh karena itu harus mempertimbangkan setiap keadaan yang terjadi dipersidangan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MAUMERE NOMOR NO. 88/ PID.B/ 2015/PN.MME TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (T. ARIF MUHAJIR, 2017)

TINDAK PIDANA PENCURIAN MINYAK BUMI DENGAN SANKSI YANG DIPERBERAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUALA SIMPANG) (Alfian , 2016)

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA NOMOR 79/PID.B/2013/PN.SKA TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Maya Nadia, 2016)

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KALIANDA NOMOR 15/PID.SUS-ANAK/2016/PN.KLA TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (NIA JUWIFA, 2017)

TINDAK PIDANA PENCURIAN SAPI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BLANGKEJEREN) (Shofi Hidayah, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.