Search :

Advance


PENGARUH KOMPOSISI RODA DUA TERHADAP KAPASITAS BAGIAN JALINAN BUNDARAN (STUDI KASUS PADA PERENCANAAN BUNDARAN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MOHAMMAD REYHAN - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang yang sangat kompleks karena terdiri dari pertemuan tujuh ruas jalan tanpa adanya pengaturan lalu lintas. Lokasi penelitian ini dipilih berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang dibuat oleh Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh untuk pengembangan kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan bundaran dan melihat pengaruh komposisi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan pada Simpang Tujuh Ulee Kareng. Pengambilan data dilakukan pada hari Senin (06 Maret 2017) dan Kamis (09 Maret 2017). Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Volume puncak terjadi pada hari Senin (06 Maret 2017) dengan total 8084 kendaraan melintas pada pagi hari pukul 07.00 – 09.00 WIB dan 9238 kendaraan pada sore hari pukul 16.30 – 18.30 WIB. Selanjutnya diambil volume jam puncak (VJP) dari volume yang telah diamati dan disimulasikan menggunakan software VISSIM 6.00-22 dengan merencanakan bundaran tipe R20-22 dan memberikan skenario komposisi roda dua (MC) untuk melihat pengaruhnya terhadap kapasitas bagian jalinan. Hasil dari simulasi menunjukkan kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua (MC) 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar, dan seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit sehingga kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan bundaran.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

OPTIMALISASI GEOMETRIK DAERAH JALINAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN PENDEKATAN METODE SIMULASI VISSIM 6.00-02 (DEFRY BASRIN, 2017)

STUDI REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) (Muhammad Irza, 2017)

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK-BERSINYAL DAN BUNDARAN MENGGUNAKAN ARUS IDEAL (MUHAMMAD AZKIA AGUSSA, 2016)

PERENCANAAN SIMPANG BERLENGAN EMPAT DENGAN BUNDARAN PADA SIMPANG NEUSU KOTA BANDA ACEH (Iswanda, 2014)

TINJAUAN KONDISI INFRASTRUKTUR PADA SIMPANG TAK BERSINYAL BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DAN STRATEGI PENANGANANNYA (STUDI KASUS : SIMPANG TUJUH ULEE KARENG BANDA ACEH) (Fitria Phonna, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.