Search :

Advance


USING CORPUS SOFTWARE TO ANALYZE THE USE OF TO BE IN THE PAST TENSE IN STUDENTS’ WRITING (A DESCRIPTIVE STUDY OF X GRADE STUDENTS AT SMA METHODIST BANDA ACEH)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Moon Agnes Sipahutar - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas Fakultas Pasca Sarjana
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRACT Sipahutar, Moon Agnes. 2017. Corpus Software to analyzed the use of to be in past tense in students’ writing. (A Descriptive Study of X Grade Students at SMA Methodist Banda Aceh) Advisors: (1) Dr. Asnawi, S.Pd, M.Ed (2). Dr. Yunisrina Q. Yusuf, S.Pd., M. Ling Keywords: Corpus software, Past Tense “was” and “were”, writing The research is intended to analyze the use of to be past tense in student writing through corpus software to the tenth grade students at SMA Methodist Banda Aceh, intake year 2015/2016. The objectives of this study were: (1) to investigate the students’ errors in using to be past tense in their essays through corpus software, (2) to find out the students’ obstacles in using to be past tense in their essays. This research use qualitative and quantitative research. Qualitative research to investigating the errors in to be past sentence from students writing and interviewing them on the reasons for making those errors. Quantitative is the percentage of errors from AntConc corpus software.The results of AntConc corpus software showed that the most errors in the essays were the understanding of pattern “was” containing the pattern subject + was + noun, the pattern of subject + was + adjective and the pattern of subject + was + adverb. On the other hand, the understanding of pattern “were” contain the pattern of subject + were + noun, then the pattern of subject + were + adjective and the pattern of subject + were + adverb. The errors between “was” and “were” briely showed that students dominantly use “was” in the Past tense than “were” in their writing. To gain more data the researcher also interviewed 10 students. They revealed some reasons on way they face difficulty in understanding the systems of grammar between L1 and L2, The lack of motivation in learning English, and they find teacher’s performances in teaching English is not good enough. Therefore, teachers in the school should pay more attention in helping their students to improve their grammar. ABSTRAK Sipahutar, Moon Agnes, 2017. Analisa Corpus dengan menggunakan To Be Past Tense di tulisan siswa-siswi. (Tulisan Deskriptive Pelajar Kelas X SMA Methodist Banda Aceh) Pembimbing: (1) Dr. Asnawi, S.Pd, M.Ed (2). Dr. Yunisrina Q. Yusuf, S.Pd., M. Ling Kata Kunci: Corpus software, Past Tense “was” dan “were”, writing Penelitian ini bermaksud untuk mendiskusikan pemahaman siswa kelas 10 SMA Methodist terhadap tatabahasa dalam Bahasa Inggris khususnya penggunaan to be dalam bentuk Past Tense (was dan were) dalam menulis pada tahun ajaran 2015/2016. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) mencari tahu kesalahan siswa dalam penggunaan to be untuk bentuk Past Tense di esai mereka dengan menggunaka aplikasi corpus, (2) mencari tahu masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam menulis esai menggunakan to be dalam bentuk Past Tense. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menerangkan hasil dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dan ditemukan oleh AntConc corpus software dan metode kuantitatif ditunjukkan dengan tabulasi persentase dari hasil AntConc corpus software dan hasil wawancara dengan siswa untuk mengetahuai alasan mereka mengapa bisa terjadi kesalahan-kesalahan dalam menulis. Hasil dari AntCon corpus menunjukkan bahwa kebanyakan dari kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam penulisan esai adalah terkait dalam hal penggunaan “was” meliputi pola subjek + was + kata benda, pola subjek + was + kata sifat, pola subjek + was + kata keterangan. Disisi yang lain, pemahaman pola penggunaan “were” meliputi pola subjek + were + kata benda, pola subjek + were + kata sifat, pola subjek + were + kata keterangan. Kesalahan penggunaan antara “was” dan “were” menunjukkan bahwa siswa secara dominan menggunakan “was” ketika menulis esai dalam bentuk Past Tense dibandingkan dengan “were”, meskipun ada kalimat-kalimat yang mengharuskan mereka untuk menggunakan “were”. Kemudian, guna memperoleh data yang lebih banyak, peneliti juga mewawancarai 10 siswa yang memperoleh nilai paling sedikit. Mereka mengungkapkan alasan kenapa mereka mengalami kesulitan dalam memahami perbedaan tatabahasa antara bahasa pertama (Bahasa Indonesia), dan Bahasa Kedua (Bahasa Inggris) diantaranya yaitu kurangnya motivasi dalam belajar bahasa inggris, dan lemahnya performa guru Bahasa Inggris dalam memberi pelajaran. Oleh karena itu, guru-guru yang ada disekolah diharapkan agar dapat memberi perhatian lebih dalam membantu siswa-siswa mereka untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam hal memahami tatabahasa dalam Bahasa Inggris.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

THE ERROR ANALYSIS OF SURFACE STRATEGY IN WRITING (A QUALITATIVE STUDY AT SMP NEGERI 4 BANDA ACEH) (Rezki Nuarta, 2016)

A DESCRIPTIVE STUDY ON ERROR ANALYSIS OF STUDENTS’ WRITING SKILL (Novita, 2016)

THE USE OF CLUSTERING TECHNIQUE IN INCREASING STUDENTS’ ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT (AN EXPERIMENTAL STUDY OF SECOND GRADE STUDENTS AT MTSN KUTA BARO ACEH BESAR) (CUT AINAL MARDHIAH, 2015)

THE IMPLEMENTATION OF MIND MAPPING IN IMPROVING STUDENTS' WRITING SKILL (AN EXPERIMENTAL STUDY AT THE FIRST GRADE STUDENTS OF SMPN 7 BANDA ACEH) (Atika Rizka, 2015)

THE DIFFICULTIES FACED BY STUDENTS OF SMPN 11 BANDA ACEH IN GRAMMATICAL ERRORS (Anggi Srihani Siregar, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.