//

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO PAKAN KOMPLIT FERMENTASI BERBAHAN DASAR AMPAS SAGU DENGAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang zubaili - Personal Name
SubjectFERMENTATION
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha peternakan, yang akan menentukan kemampuan ternak dalam mengekspresikan potensi genetiknya (Sutama dan Budiarsana, 2009). Bahan dasar pakan ternak ruminansia pada umumnya terdiri dari hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian. Limbah pertanian selama ini kerap terbuang begitu saja, padahal masih berpotensi sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Salah satu bahan pakan alternatif limbah agroindustri yang dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak ruminansia adalah ampas sagu. Secara keseluruhan batang sagu hanya 18,50% merupakan pati, sementara selebihnya 81,50% adalah ampas sagu. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar hanya berkisar 1,36% . Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan dilanjutkan dengan pengiriman sampel penelitian ke Laboratorium Ternak Perah Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengujian kecernaan secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kecernaan secara in vitro pakan komplit berbahan dasar ampas sagu yang difermentasi dengan menggunakan saus burger pakan (SBP) pada lama pemeraman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa lama pemeraman yaitu P0 (0 hari), P7 (7 hari), P14 (14 hari) dan P21 (21 hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK), dan Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO). Pakan komplit berbahan dasar ampas sagu dengan lama pemeraman berbeda berpengaruh nyata (P0.05), terhadap kecernaan bahan kering (KCBK), kecernaan bahan organik (KCBO) dan pH. Peningkatan kecernaan bahan kering (KCBK) dan kecernaan bahan organik (KCBO) masing-masing terjadi peningkatan setelah 7 hari sampai 21 hari pemeraman. Berdasarkan hasil tersebut maka lama pemeraman yang direkomendasikan adalah 21 hari, karena pada perlakuan tersebut kecernaan bahan kering (KCBK), kecernaan bahan organik (KCBO) pakan compete fermentasi masih cukup tinggi, sedangkan kandungan bahan kering (BK) dan kandungan bahan organik (BO) menurun secara nyata dibandingkan lama pemeraman 0 hari.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KECERNAAN IN VITRO PAKAN KOMPLIT BERBASIS AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI DENGAN KADAR AIR BERBERDA (Rauzatul Jannah , 2016)

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO PAKAN LENGKAP FERMENTASI BERBAHAN DASAR TONGKOL JAGUNG DENGAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA (Muhammad Akbar Yusren, 2018)

KUALITAS NUTRISI PAKAN KOMPLIT BERBASIS AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI DENGAN KADAR AIR YANG BERBEDA (Cut Risna , 2016)

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO PAKAN LENGKAP FERMENTASI BERBAHAN DASAR AMPAS SAGU DENGAN LEVEL INOKULAN YANG BERBEDA (AGUS IQBAL, 2018)

KECERNAAN IN VITRO AMPAS SAGU YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN ASPERGILLUS NIGER DENGAN PENAMBAHAN SUMBER KARBOHIDRAT YANG BERBEDA (Dewi Walchamarani Br Purba, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy