Search :

Advance


KAJIAN ETNOBOTANI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) DI KABUPATEN PIDIE

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ridha Musafirah - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penelitian mengenai etnobotani melinjo (Gnetum gnemon L.) di Kabupaten Pidie telah berlangsung dari bulan Mei hingga bulan Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pemanfaatan melinjo oleh masyarakat Pidie. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara cuplikan sengaja (purposive sampling) di tujuh kecamatan di Kabupaten Pidie yaitu kecamatan Pidie, Simpang Tiga, Kembang Tanjung, Mutiara, Glumpang Baro, Titeue, dan Kecamatan Keumala. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi morfologi pada tajuk dan daun melinjo. Melinjo bertajuk piramida dan lurus, variasi morfologi daunnya meliputi ukuran dan bentuk, yaitu berukuran kecil dan besar, dengan empat bentuk daun yaitu bulat, oval, dan jorong. Melinjo telah dimanfaatkan oleh masyarakat Pidie dalam kebutuhan pangan, papan, kayu bakar, adat istiadat, dan ekonomi. Tingkat pemanfaatan yang tinggi adalah sebagai pangan. Organ yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal Pidie adalah akar, batang, daun, alat kelamin jantan dan betina (strobilus), dan biji. Akar dan batang dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Batang juga dimanfaatkan dalam kebutuhan papan yaitu sebagai cetakan cor dan kulit batang sebagai tali. Daun telah dimanfaatkan oleh masyarakat Pidie dalam memenuhi kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan masakan dan keripik daun. Strobilus dimanfaatkan dalam kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan dalam masakan. Biji melinjo yang masih muda telah dimanfaatkan dalam kebutuhan pangan yaitu sebagai bahan masakan, sedangkan biji yang sudah tua diolah menjadi emping atau dalam bahasa Aceh disebut kerupuk muling. Emping telah menjadi jamuan wajib pada saat menjamu pengantin pria atau dalam bahasa Aceh preh linto baro. Semua organ melinjo dapat diperjual-belikan oleh masyarakat Pidie dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Etnobotani, Gnetum gnemon L., Pidie. ABSTRACT Research on ethnobotany melinjo (Gnetum gnemon L) in Pidie District was conducted from May to July 2016. The aim of this study was to obtain information related to the local usage of melinjo in Pidie. The locations of the research were selected with (purposive sampling) in seven sub-districts in Pidie, namely, Simpang Tiga, Kembang Tanjung, Mutiara, Glumpang Baro, Titeue, and Keumala. The data were collected using Participatory Rural Appraisal (PRA). The results showed that there are variations in the canopy and leaf morphology melinjo. Melinjo is titled pyramids and straight, morphology variations include the size and shapes of its leaves, which are small and large, with a four leaf shape is round, oval, and oblong. Melinjo Pidie has been used by people in need of food, shelter, firewood, customs, and economy. A high utilization rate is as food. Organ utilized by local communities Pidie is the root, stem, leaf, Strobilus male and female genitalia (strobilus), and seeds. Roots and stems were used as firewood. Stems are also utilized as a cast mold and bark as a rope. The leaves have been used by people of Pidie for food, such as a cooking ingredient and leaft chips. Strobilus of melinjo were utilized as an ingredient in cooking. Melinjo young seeds have been also used as a cooking ingredient, while the old seeds were processed into chips or crackers in the Acehnese language called kerupuk muling. The emping crackers have been a mandatory when welcoming groom or in the Acehnese language called Preh linto baro. All melinjo organ can be traded by the local people of Pidie to cover their daily lives. Keywords: Ethnobotany, Gnetum gnemon L., Pidie.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH JENIS PELARUT DAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L.) (IRMA YUNITA, 2015)

PENERAPAN METODE FIS MAMDANI UNTUK KLASIFIKASI KEMATANGAN MELINJO BERDASARKAN WARNA (Dian Rahmat, 2015)

ANALISIS PERBANDINGANPENDAPATAN USAHA HOME INDUSTRY KERUPUK TEPUNG DAN EMPING MELINJO DI DESA PULO PISANG KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE (Muhammad Azrul , 2016)

KONTRIBUSI PENDAPATAN PEREMPUAN PENGRAJIN EMPING MELINJO TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA DAYAH BEUREUEH KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE (FAISAL HADI, 2015)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI MELINJO DI KECAMATAN TITEUE, KABUPATEN PIDIE (Juke Ananrinaldi, 2013)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.