Search :

Advance


TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN GALA TANAH PERTANIAN DALAM MASYARAKAT ACEH (SUATU PENELITIAN DI GAMPONG LAMTADOK KECAMATAN DARUL KAMAL)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Seri Rizki - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas Fakultas Hukum
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK SERI RIZKI, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN 2017 GALA TANAH PERTANIAN DALAM MASYARAKAT ACEH (Suatu Penelitian di Gampong Lamtadok Kecamatan Darul Kamal) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, (v,68) pp, tabl, bibl (Mustakim, S.H., M.HUM ) Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata menentukan bahwa “suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik”, yang berarti dalam pembuatan dan pelaksanaan suatu perjanjian harus tidak merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu sudah semestinya dalam pelaksanaanya gadai tanah pertanian tidak boleh merugikan salah satu pihak atau mengandung unsur pemerasan, namun dalam prakteknya perjanjian gala-geumala yang dilaksanakan oleh masyarakat Aceh cenderung merugikan salah satu pihak. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan perjanjian gala tanah pertanian di Gampong Lamtadok Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar, dan untuk menjelaskan mengapa masyarakat Gampong Lamtadok masih menggunakan sistem gala dalam menggadaikan tanah pertanian meskipun cenderung merugikan pihak penggadai. Untuk memperoleh data dilakukan penelitian kepustakaan yang bertujuan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku teks, peraturan perundang-undangan dan bahan bacaan yang berhubungan dengan objek penelitian, dan penelitian lapangan yang bertujuan untuk memperoleh data primer dengan mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masyarakat Gampong Lamtadok pelaksanaan Gala dilakukan dalam 2 (dua) bentuk, yakni gala tanah yang objek galanya berada dibawah penguasaan dan pengelolaan penerima gala, dan gala tanah yang objek galanya tetap berada dalam penguasaan dan pengelolaan pemberi gala. Faktor penyebab masyarakat Gampong Lamtadok masih mengunakan gala-geumala adalah karena, perjanjian gala-geumala tidak mengenal jangka watu sehingga pemberi gala dapat menebus tanahnya kapanpun tanpa harus dikejar waktu, perjanjian gala-geumala mudah untuk dilakukan sehingga masyarakat bisa mendapatkan dana mendesak dengan cepat. Faktor keuntungan bagi penerima gala juga merupakan salah satu faktor utama masih dilaksanakannya perjanjian gala-geumala. Disarankan kepada Keuchik Gampong Lamtadok untuk lebih berperan dalam mengontrol pelaksanaan perjanjian gala-geumala dalam masyarkat agar tidak merugikan salah satu pihak. Disarankan kepada masyarakat Gampong Lamtadok agar lebih membuka wawasan mengenai aturan hukum, sehingga lebih memahami mengenai pelaksanaan gadai tanah pertanian yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENILAIAN KARAKTERISTIK LAHAN UNTUK TANAMAN RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM) DAN DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) DI KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR (Teuku Rizal Ramadhana Johan, 2014)

PERJANJIAN GALA TANAH SAWAH DALAM MASYARAKAT ADAT DI MUKIM GUHANG KECAMATAN BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (FERI ERNANDA, 2015)

ANALISIS PRAKTEK “GALA” PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS PADA PETANI PADI SAWAH) (Fadhlia Khairunnisa, 2016)

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL (MAWAH) ATAS BINATANG TERNAK DALAM MASYARAKAT ADATRN(SUATU PENELITIAN DI GAMPONG BLANGKIREE, KECAMATAN DARUL KAMAL, KABUPATEN ACEH BESAR) (EVIE SUSANTI, 2015)

ANALISIS MATERIAL TANAH TIMBUN DARI DESA PEUKAN BILUY KECAMATAN DARUL KAMAL DENGAN MENGGUNAKAN ANGKA KESESUAIAN (SUITABILITY NUMBER) (FIRMAN SYAHPUTRA, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.