//

OPTIMASI PRODUKTIVITAS PENAMBANGAN BATUGAMPING OLEH PT. MACMAHON INDONESIA DI PT. LAFARGE CEMENT INDONESIA, LHOKNGA, ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KAPASITAS PRODUKSI DAN TEORI ANTRIAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Fachriansyah - Personal Name

Abstrak/Catatan

PT. Lafarge Cement Indonesia selaku produsen dari Semen Andalas memberikan kepercayaan untuk kegiatan penambangan batugamping di Quarry I kepada PT. Macmahon Indonesia. Batugamping merupakan bahan baku dalam pembuatan semen. Adapun produksi batugamping yang ditargetkan oleh PT. Macmahon Indonesia adalah sebesar 6.000 ton/hari dengan jumlah hari kerja pada bulan Desember 2016 yaitu 24 hari. Untuk memenuhi target produksi sebesar 144.000 ton/bulan PT. Macmahon menggunakan alat-alat mekanis berupa 1 unit wheel loader dan 3 unit dump truck pada Loading Point 3. Secara aktual dengan menggunakan metode kapasitas produksi rata-rata produksi harian batugamping adalah sebesar 4.801,05 ton untuk wheel loader dan 4.715,5 ton untuk dump truck. Nilai efisiensi wheel loader dan dump truck tergolong masih rendah. Untuk wheel loader nilai efisensi alatnya sebesar 61,96 % dan untuk dump truck nilai efisiensi alatnya sebesar 65,35 %. Hasil berbeda muncul apabila perhitungan dengan menggunakan teori antrian. Seharusnya target produksi dapat tercapai. Perhitungan teori antrian menunjukkan bahwa nilai rata-rata produksi harian batugamping sebesar 6.472,2 ton (dengan waktu antri) dan 7.316,4 ton (tanpa waktu antri). Hasil berbeda yang didapatkan ini dikarenakan faktor kinerja crusher yang buruk sehingga menyebabkan menurunnya tingkat efesiensi dump truck dan wheel loader. Crusher memiliki kapasitas penghancuran batugamping sebesar 800 ton/jam, namun pada kondisi aktual bulan Desember 2016 hanya sebesar 439,735 ton/jam. Produksi penghancuran batugamping yang dilakukan oleh crusher hanya mencapai 121.323 ton pada bulan Desember 2016. Untuk mencapai target produksi harian pada bulan Desember 2016 maka efesiensi wheel loader dan dump truck harus ditingkatkan menjadi 85%. Untuk meningkatkan efesiensi tersebut maka jam kerja wheel loader dan dump truck perlu ditingkatkan dari 156,84 jam menjadi 204 jam. Produksi harian batugamping setelah ditingkatkan nilai efesiensi alat menjadi 772,4 ton/jam dan 6.287,336 ton/hari.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

OPTIMALISASI KERJA ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATU GAMPING SEBESAR 6.000 TON/HARIDIPT. MACMAHON INDONESIA, LHOKNGA, ACEH BESAR. (Muhammad Rifki Syahputra, 2018)

STUDI PERBANDINGAN BIAYA PRODUKSI WHEEL LOADER DARI ROOM OF MATERIAL KE CRUSHER DI PT LAFARGE CEMENT INDONESIA, LHOKNGA, ACEH BESAR (Devi Pratiwi, 2017)

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPEMIMPINAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. LAFARGE CEMENT INDONESIA LHOKNGA ACEH BESAR (Mursal, 2013)

OPTIMASI PRODUKSI BATUGAMPING DENGAN MENGGUNAKAN METODE KAPASITAS PRODUKSI DAN TEORI ANTRIAN DI PT. SEMEN PADANG, BUKIT KARANG PUTIH INDARUNG, SUMATERA BARAT (Wezzely Andru Siswara, 2017)

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA TAMBANG KUARI BATUGAMPING DENGAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN DI PT SINAR TAMBANG ARTHALESTARI, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH (Muhammad Iqbal, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy