Search :

Advance


PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Siti Intan Maulana - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kata Kunci: persepsi masyarakat, kepemimpinan perempuan Penelitian ini membahas tentang: Persepsi Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Perempuan di Kota Banda Aceh. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana persepsi perempuan terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh (2) Bagaimana persepsi tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana persepsi perempuan terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh (2) Untuk mengetahui bagaimana persepsi tokoh masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Lokasi penelitian di Kecamatan Syiah Kuala Gampong Kopelma Darussalam. Gampong Lamgugop. Gampong Alue Naga. Kecamatan Kuta Alam Gampong Bandar Baru. Gampong Kuta Alam. Gampong Lampulo. Kecamatan Lueng Bata Gampong Lueng Bata. Gampong Cot Mesjid. Gampong Lampaloh. Teknik analisis data kualitatif. Jumlah subjek penelitian seluruhnya adalah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan (1) Secara umum perempuan yang ada di Kota Banda Aceh setuju dengan adanya kepemimpinan perempuan, karena perempuan juga memiliki hak dan potensi yang tidak kalahnya dengan laki-laki, dalam realita banyak perempuan yang memiliki kemampuan dari pada laki-laki dan perempuan di anggap lebih bertanggung jawab dan teliti dalam pekerjaanya.(2) Mayoritas masyarakat masih melihat keterlibatan seorang perempuan menjadi pemimpin sebagai hal yang tidak wajar dan dilarang dalam agama. Sifat perempuan yang lebih mengandalkan perasaan lemah lembut sehingga dianggap kurang tegas. Maka sebagian masyarakat menganggap laki-laki diprioritaskan untuk menjadi pemimpin. Dizaman yang mulai maju sekarang kepemimpinan perempuan lebih dominan, dan tidak sedikit pula yang menganggap keterlibatan perempuan menjadi pemimpin di perbolehkan dalam agama, asalkan seorang pemimpin itu bias menjadi panutan dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan norma dan hukum, dan tidak lupa dengan kodratnya sebagai perempuan. Disarankan (1) Diharapkan perempuan dapat menunjukkan eksistensinya dan prestasinya yang tidak kalahnya dengan laki-laki, dimana perempuan mempunyai hak yang sama sebagai masyarakat. (2) Diharapkan tidak ada perbedaan baik kepemimpinan laki-laki maupun perempuan, keduanya diharapkan dapat menjadi panutan dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan norma dan hukum.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TENTANG PEMBERLAKUAN JAM MALAM BAGI PEREMPUAN ( STUDI KASUS DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH) (Jamalul Hakim, 2017)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSISTENSI JURNALIS PEREMPUAN DI BANDA ACEH (Zahratil Ainiah, 2016)

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM JABATAN PUBLIK (DESTYA DARSIANA, 2016)

PERSEPSI MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH TERHADAP KEPEMIMPINAN IBRAHIM HASAN SEBAGAI GUBERNUR ACEH PERIODE1986-1993 (STUDI TERHADAP MASYARAKAT YANG BERUSIA 50 TAHUN KEATAS) (Muhammad Rizqasyah, 2015)

STRATEGI PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETERWAKILAN DI LEMBAGA LEGISLATIF (SUATU STUDI DI KOTA BANDA ACEH) (Sulistiono, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.