Search :

Advance


HUBUNGAN PENGGUNAAN FLAT SHOES TERHADAP RISIKO NYERI TUMIT (PLANTAR FASCIITIS) STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rizki Rahmadhani - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nyeri tumit (plantar fasciitis) adalah gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh inflamasi dari jaringan tebal pada bagian bawah kaki (plantar fascia) yang secara klinis ditandai dengan rasa nyeri di daerah tumit. Nyeri tumit dapat terjadi pada semua usia, dan diperkirakan 10-15 % dari jumlah penduduk Amerika menderita keluhan nyeri tumit. Adapun faktor-faktor risiko terjadinya nyeri tumit, seperti kelebihan berat badan (obesitas), penggunaan sepatu yang tidak tepat, overuse plantar fascia, bentuk kaki dengan arkus datar atau flatfoot, dan usia. Flat shoes adalah sepatu dengan tapak yang tipis dan rata serta tanpa menggunakan hak. Tujuan penelitian untuk menjelaskan hubungan penggunaan flat shoes terhadap risiko nyeri tumit (plantar fasciitis). Jenis penelitian adalah penelitian survei analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan besar sampel yang diperoleh adalah 38 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Observasi dilakukan terhadap flat shoes dan bentuk arkus kaki, serta Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket atau kuesioner terkait penggunaan flat shoes dan risiko nyeri tumit. Parameter yang diamati, berupa penggunaan flat shoes yang tidak tepat serta aktivitas banyak berjalan atau berdiri terhadap risiko nyeri tumit (plantar fasciitis) pada mahasiswi. Data penelitian dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 dan uji statistik Chi square dengan indeks kepercayaan 90 %. Hasil penelitian dari 38 mahasiswi, 8 orang (57,1 %) terbukti menggunakan flat shoes yang tidak tepat dan terindikasi berisiko nyeri tumit, 6 orang (42,9 %) juga menggunakan flat shoes yang tidak tepat tetapi tidak berisiko nyeri tumit, 4 orang (16,7 %) menggunakan flat shoes yang tepat tetapi berisiko nyeri tumit, dan 20 orang (83,3 %) menggunakan flat shoes yang tepat serta tidak terindikasi berisiko nyeri tumit. Hasil uji Chi square (p value=0,014 ≤ 0,05) menjelaskan bahwa terdapat hubungan penggunaan flat shoes terhadap risiko nyeri tumit (plantar fasciitis). Kata kunci: flat shoes, nyeri tumit, plantar fasciitis ABSTRACT Heel pain (plantar fasciitis) is a musculoskeletal disorder caused by inflammation of the thick tissue on the bottom of the foot (plantar fascia) that is clinically characterized by pain in the heel area. Heel pain can occurred at any age, and estimated that 10-15 % of the American population suffered from heel pain complaints. The risk factors for the occurrence of heel pain are overweight (obesity), the use of inappropriate shoes, overuse of the plantar fascia, the flat type of the foot arch or flatfoot, and ageing. Flat shoes revered to a kind of shoes with a tread that thin, flat and without heels. The aim of this research was to explain a relationship of the use of flat shoes against the risk of heel pain (plantar fasciitis). This study was observational analytic survey research with cross sectional design. The researcher used non probability sampling as a sampling technique, obtaining 38 samples of female students of the Medicine Faculty, Syiah Kuala University. Observations carried out on flat shoes and the arch type of the foot, as well as Body Mass Index (BMI). Data collected through questionnaire related to the use of flat shoes and the risk of heel pain (plantar fasciitis). The observed parameters, such as the use of improper flat shoes as well as the activity of more walking or standing against the risk of heel pain (plantar fasciitis) on the students. Data was analyzed using SPSS 16.0 programmed and Chi square test with a 90 % confidence index. The results on the 38 students showed that 8 students (57.1 %) proved using such as improper flat shoes and were at risk of heel pain, 6 students (42.9 %) also used their flat shoes which were not that proper, yet were not at the risk of heel pain, 4 students (16.7 %) used the proper flat shoes ones but still were at the risk of heel pain, and then 20 other students (83.3 %) used exactly the proper flat shoes and surely enough approved that no one indicates were at risk of heel pain. The results of Chi square test (p value=0,014 ≤ 0,05) explained that there was a relationship between the use of flat shoes against the risk of heel pain (plantar fasciitis). Keywords: flat shoes, heel pain, plantar fasciitis

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUDZA (Bangkit Salam, 2017)

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (MISKAH CHAIRANI, 2017)

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI NERS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH TAHUN 2013 (ELVIA MALBENI, 2014)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASA STUDI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2008 (herdianta, 2016)

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN NYERI KEPALA SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Dolly Jazmi, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.