Search :

Advance


ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA MASA DAN PASCA PEMBANGUNAN KONSTRUKSI FLYOVER DAN UNDERPASS KAWASAN SIMPANG SURABAYA

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Cut Kandil - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

Seiring dengan peningkatan volume kendaraan dan terbatasnya ketersediaan infrastruktur jalan menyebabkan timbulnya kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Banda Aceh. Salah satu titik dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi adalah kawasan Simpang Surabaya. Akibat adanya keterbatasan lahan, Pemerintah Aceh memutuskan untuk membangun flyover dan underpass guna menaikkan kapasitas jalan dan mobilitas yang lebih baik. Namun, pada masa pembangunan tersebut juga menimbulkan kemacetan di kawasan pembangunan karena adanya penyempitan dan pengalihan jalan yang menyebabkan peningkatan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung BOK pada masa pembangunan dan pasca pembangunan flyover dan underpass. Lokasi penelitian ini ditetapkan pada segmen jalan yang terkena dampak pembangunan flyover dan underpass, yaitu Jalan T. Hasan Dek – Jalan Tgk. Chik Ditiro (segmen 1) dan Jalan Mr. Mohd. Hasan – Jalan T. Hasan Dek (segmen 2). Metode yang digunakan untuk menghitung BOK kendaraan ringan adalah metode PCI (Pacific Consultant International), sedangkan untuk sepeda motor mengacu pada model hasil studi yang pernah dilakukan oleh DLLAJ Provinsi Bali. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan, yaitu geometrik jalan, volume lalu lintas, serta waktu tempuh dan data sekunder yaitu data yang sudah ada seperti harga satuan biaya dan data volume lalu lintas sebelum masa pembangunan (2014). Setelah data tersebut diolah, didapatkan nilai BOK pada masa dan pasca pembangunan flyover dan underpass. Total BOK annual pada masa pembangunan (2016) adalah sebesar Rp 9.522.606.780/tahun untuk Segmen 1, dan Rp 13.013.627.978/tahun untuk Segmen 2. Sedangkan total BOK annual pada kondisi pasca pembangunan (2018) yang diasumsikan dari data Tahun 2014 adalah sebesar Rp 3.257.493.220/tahun untuk Segmen 1, dan Rp 8.589.845.704/tahun untuk Segmen 2. Selisih BOK antara kondisi pada masa dan pasca konstruksi adalah sebesar Rp 6.265.113.560/tahun untuk Segmen 1 dan Rp 4.423.782.274/tahun untuk Segmen 2. Sedangkan nilai Besar Keuntungan Biaya Operasional Kendaraan (BKBOK) adalah sebesar Rp 2.934.823.105/tahun untuk Segmen 1 dan Rp 3.329.875.189/tahun untuk Segmen 2. Kata kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Besar Keuntungan Biaya Operasional Kendaraan, Metode PCI, Metode DLLAJ

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN LAYANG (FLYOVER) SIMPANG SURABAYA DAN JALAN LINTAS BAWAH (UNDERPASS) KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (DEDEK ARIANSYAH, 2017)

ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA MASA DAN PASCA PEMBANGUNAN KONSTRUKSI FLYOVER KAWASAN SIMPANG SURABAYA (STUDI KASUS : JALAN TGK. CHIK DITIRO DAN JALAN TGK. IMUEM LUENG BATA KOTA BANDA ACEH) (RISKA WULANDARI, 2017)

ANALISIS KINERJA SIMPANG BPKP AKIBAT PEMBANGUNAN FLYOVER DAN UNDERPASS SIMPANG SURABAYA,BANDA ACEH (Zulfahmi, 2017)

TINJAUAN KELAYAKAN EKONOMI FLYOVER SIMPANG SURABAYA - KOTA BANDA ACEH (Ruslan, 2016)

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN AKIBAT PEMBANGUNAN LINTAS BAWAH(UNDERPASS) SIMPANG SURABAYA, BANDA ACEH (CUT SABRINA UTAMI, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.