//

KETERKAITAN ANTAR WILAYAH TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA TRANSPORTASI DI ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muliadi - Personal Name
Fakultas Fakultas Pascasarjana
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan melihat keterkaitan antar wilayah dan pengembangan kawasan perkotaan dalam 6 (enam) kawasan pusat perdagangan dan distribusi Aceh yang lebih dikenal dengan ATDC (Aceh Trade and Distribution Center) yang sudah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh, yakni; Zona Pusat (Basajan) yang dipusatkan di Banda Aceh, Zona Utara yang dipusatkan di Bireun, Zona Timur yang dipusatkan di Aceh Tamiang, Zona Tenggara yang dipusatkan di Kutacane, Zona Selatan yang dipusatkan di Blangpidie dan Zona Barat yang dipusatkan di Meulaboh. Dimana zonasi tersebut bertujuan mengatur pusat pusat kegiatan ekonomi primer, sekunder dan tersier. Secara hirarki penataan ruang nasional, Kota Lhokseumawe dan Kota Sabang masuk sebagai kekuatan ekonomi antar regional atau PKSN (Pusat Kegiatan Strategis Nasional). Metode analisis data yang digunakan adalah Model Gravitasi yang bertujuan untuk melihat besaran indek keterkaitan (IG) dalam zona maupun antar pusat zona. Berdasarkan indek gravitasi tersebut, Model Regresi juga digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh indikator transportasi (Biaya, Jarak, Waktu) dalam besaran indek keterkaitan wilayah. Metode lainnya ialah Multidimensional Scaling yang dipergunakan untuk melihat karakteristik kabupaten/kota di Aceh berdasarkan indikator pengembangan wilayah (Pendapatan Daerah Regional Bruto), Tenaga Kerja Non Pertanian dan Luas Lahan Terbangun. Hasil analisis ini kemudian dipetakan ke dalam Arc-GIS guna melihat posisi kluster ekonomi Aceh. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa IG terbesar terhadap pusat zona adalah; Zona Pusat (Kota Banda Aceh), Zona Utara (Kabupaten Aceh Utara), Zona Timur (Kota Langsa), Zona Tenggara (Kabupaten Gayo Lues), Zona Selatan (Kabupaten Aceh Selatan) dan Zona Barat (Kabupaten Nagan Raya). Menggunakan IG sebagai tolak ukur interaksi keterkaitan wilayah diperoleh bahwa keterkaitan tertinggi dialami oleh Kabupaten Aceh Utara dengan Kota Lhokseumawe atau sebaliknya (Zona Utara), diikuti oleh Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Aceh Utara atau sebaliknya (Zona Timur dan Zona Utara) dan Kabupaten Aceh Besar dengan Kota Banda Aceh atau sebaliknya (Zona Pusat). Menggunakan model regresi untuk memperoleh besarnya pengaruh dari indikator tranportasi untuk keterkaitan wilayah yaitu IG = 1.72E+14 - 3.07E+08 OTij – 1.16E+11 WTij– 6.33E+10 JTij. Sedangkan berdasarkan gambaran pemetaan menggunakan MDSA (Multidimensional Scaling Analysis), diperoleh informasi stimulus koordinat 3(tiga) kluster pengembangan kawasan perkotaan di Provinsi Aceh. Kluster I ; Banda Aceh, Aceh Utara, Langsa. Kluster II ; Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireun, Lhokseumawe, Aceh Barat dan Aceh Besar. Sedangkan 14(empatbelas) kabupaten/kota lainnya masuk ke dalam Kluster III. Kata Kunci : Indek Model Gravitasi, Model Regresi, MDSA (Multi Dimentional Scalling Analysis), Arc-GIS (Geographic Information System). ABSTRACT This research aims to look linkage between the region and the development of urban areas within 6 (six) central business district and distribution which is known as the ATDC (Aceh Trade and Distribution Center) that has setted in urban planning (RTRW) Aceh i.e. The central Zone (Basajan) which was centred in Banda Aceh, the northern zone that was centred in Bireun, East Zone which was centred in Aceh Tamiang, East Zone is centred in Kutacane, Southern Zone is centered in Blang Pidie and West Zone is centred in Meulaboh. Those zones was aimed to arrange activities primary economic activity centre, secondary and tertiary. Hierarchically, Lhokseumawe and Sabang are as economic power between regional or PKSN (National Strategic Activities Center). One of data analysis methods that is used for this research is Gravity Model. The Method aims to look magnitude of linkage index (IG) in zone and between zone. Based on gravity Model, Regression Analysis also is used to look how big the influence of transport indicators (cost, distance and time) in magnitude of linkage index (IG). Another method is Multidimensional Scaling which is used to look characteristics district/city in Aceh based on indicator of the development of the urban areas (Regional Gross Domestic Product, Non Agricultural Labor, Land use, density of people). The research results are obtained information that the biggest IG in each zone is Banda Aceh in Central Zone, Aceh Utara in nortrhern zone, Langsa in eastern zone, Gayo Lues in southeast zone, Aceh Selatan in South Zone and Nagan Raya in Western zone. IG is benchmark of linkage between regions. The result showed that Aceh Utara is the highest gravity index to Lhokseumawe (instead), the next sequences are Aceh Timur to Aceh Utara (instead) and Aceh Besar to Banda Aceh (instead). Using regression analysis is obtain model for magnitude of Linkage Indek i.e IG = 1.72E+14 - 3.07E+08 OTij – 1.16E+11 WTij– 6.33E+10 JTij. While based on description of MDSA Mapping is showed stimulus coordinate of 3 (three) cluster in development of urban areas in Aceh. The first cluster is Banda Aceh, Aceh Utara and Langsa. The second cluster is Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireun, Lhokseumawe, Aceh Barat and Aceh Besar. and the other regions entered in the third cluster. Key Words: Gravity Model Index, Regression Analysis, Multi Dimentional Scalling Analysis

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PRIORITAS PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN PROVINSI UNTUK MENDUKUNG RENCANA INDUK PELABUHAN (RIP) ACEH DENGAN METODE ANALISIS MULTI KRITERIA (Mukhlis Ramli, 2017)

ANALISIS KETERKAITAN REGIONAL KABUPATEN/KOTA DALAM PEMBENTUKAN KLASTER PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PROVINSI ACEH (PENDEKATAN ANALISIS SPASIAL) (Zedi Saputra, 2015)

TINGKAT KETERKAITAN ANTAR SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI ACEH (PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT) (Mira Abdullah, 2018)

STRATEGI PENYEDIAAN BENIH KEDELAI ANTAR LAPANG DAN ANTAR MUSIM DI BALAI BENIH TANAMAN PANGAN ACEH (Maimun, 2017)

KAJIAN PEMANFAATAN RUANG TEPI SUNGAI KRUENG ACEH KOTA BANDA ACEH (Rahmat, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy