Search :

Advance


EKSISTENSI ADAT FARAK (PENGASINGAN) PADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO (STUDI KASUS DI KECAMATAN BINTANG)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Irawati - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kata Kunci: eksistensi adat farak, adat perkawinan masyarakat Gayo Penelitian ini berjudul Eksistensi “Adat Farak (Pengasingan) pada Adat Perkawinan masyarakat Gayo”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya adat farak dalam adat perkawinan masyarakat gayo, perkawinan satu belah atau sesama klan dilarang dalam masyarakat gayo. Adapun perkawinan yang dibenarkan secara adat ialah perkawinan dengan berlainan belah. Tapi seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan pembauran masyarakat gayo dengan masyarakat suku lain sehingga terjadi perkawinan sesama belah. Kalau hal ini terjadi maka menurut adat harus di asingkan dari kampung asal belah tapi adat gayo sendiri memberikan solusi atau jalan keluar untuk mengatasi masalah perkawinan sesama belah ini dengan cara yang dinamakan dengan hukum farak (pengasingan) yaitu para pihak yang melakukan pelanggaran adat (perkawinan sesama belah) harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh adat minsalnya mugeleh koro (penyembelihan kerbau) dan mengundang masyarakat adat didesa tersebut untuk melaksanakan sanksi adat berupa kenduri dan makan bersama, apabila syarat adat ini telah dilaksanakan oleh pelaku pelanggaran adat maka pelaku tersebut diterima kembali sebagai masyarakat di desa tersebut. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Eksistensi Adat Farak di Desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Eksistensi Adat Farak di Desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan tehnik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi dan wawancara. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap adat perkawinan yang berjumlah 10 orang desa Linung Bulen II Kecamatan Bintang. Tehnik pengolahan data yang sudah dikumpulkan dari lapangan adalah pengolahan data dan analisis data kemudian melakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi Adat Farak pada adat Perkawinan masyarakat Gayo masih diterapkan dan masih ada (eksis) dalam kehidupan masyarakat gayo, walaupun tidak pada semua wilayah gayo adat ini diterapkan hal ini dikarenakan perkembangan zaman dimana adat farak ditemukan dan diberlakukan di kampung Linung Bulen II Kecamatan Bintang.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM MELENGKANPADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO ACEH TENGAH (Anggun Hayati Rahman , 2016)

PERBEDAAN PROSESI ADAT PERKAWINAN KETURUNAN SAID DENGAN MASYARAKAT BIASA DI KABUPATEN NAGAN RAYA (AJA NOVI SARIRAH, 2015)

PERKEMBANGAN TRADISI BERSEBUKU DALAM PERKAWINANRNMASYARAKAT GAYO DI DESA DARUL AMAN KECAMATAN PERMATARNKABUPATEN BENER MERIAH, 1979-2014 (WAHUSNA ARUNI, 2015)

MAKNA SIMBOLIK PADA BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL PRIA DAN WANITA DALAM UPACARA ADAT PERKAWINAN DI DESA SUBULUSSALAM KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Dede Anggi Riana, 2014)

GAYA BUSANA ADAT PENGANTIN TAMIANG DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA KEBUN TANAH TERBAN KECAMATAN KARANG BARU ACEH TAMIANG (Tiara , 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.