Search :

Advance


PENGGABUNGAN PROVINSI USULAN ALA DAN ABAS MENJADI ALABAS (STUDI PERSEPSI MAHASISWA UNSYIAH YANG BERASAL DARI ALA DAN ABAS)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muttawali - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

MUTTAWALI 2016 ABSTRAK PENGGABUNGAN PROVINSI USULAN ALA DAN ABAS MENJADI ALABAS (STUDI PERSEPSI MAHASISWA UNSYIAH YANG BERASAL DARI ALA DAN ABAS) Program Studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (x, 75), pp., bibl., app. (Dr. Effendi Hasan, MA dan Maimun spd,MA) Kehadiran usul pembentukan daerah otonom baru ALABAS (Aceh Leuser Antara dan Barat Selatan), tidak terlepas dari reaksi pro-kontra di kalangan masyarakat. Kalangan pendukung misalnya, menerima usul tersebut sebagai bagian dari kebijakan pemekaran wilayah yang nantinya diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang terjadi selama ini di sekitar ALABAS. Sebaliknya, kalangan penentang justru menganggap usul ALABAS adalah upaya untuk “memperkecil” Aceh pasca perdamaian. Permasalahannya adalah bagaimana persepsi mahasiswa Unsyiah terhadap penggabungan provinsi usulan ALABAS dan apa saja kendala yang dihadapi setelah bergabungnya dua provinsi tersebut. Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang didapatkan dari penelitian lapangan, wawancara dengan informan serta melalui penelitian dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa yang berasal dari daerah ALA dan ABAS memiliki persepsi beragam mengenai isu pengabungan 2 Provinsi Usulan menjadi satu. Terdapat mahasiswa yang mendukung isu pemekaran ALABAS, dan ada pula yang menentang usulan pemekaran ini. Kebanyakan mahasiswa Unsyiah asal ALA dan ABAS memandang wacana pemekaran ALABAS sarat dengan kepentingan politik, karena kehadiranya jelang momentum Pilkada Aceh 2017 dan Pemilu 2019. Penyebab pemekaran sendiri, bagi mahasiswa Unsyiah asal ALA dan ABAS adalah karena permasalahan kesejahteraan sosial dan pemerataaan pembangunan yang timpang di Aceh. Kendala yang dihadapi setelah bergabungnya dua provinsi usulan tersebut menurut Mahasiswa Unsyiah dari ALA dan ABAS adalah pemekaran berbenturan dengan UUPA, kurangnya keseriusan pemerintah Aceh, kurangnya keseriusan pemerintah pusat, hingga kurangnya sosialisasi yang dilakukan tim pengagas pemekaran kepada masyarakat. Disarankan kepada Pemerintah Aceh harus lebih banyak memperhatikan kondisi ALA dan ABAS. Kepada tim pengagas pemekaran harus lebih serius melaksanakan lobi-lobi politik ke stakeholders terkait, dan meningkatkan sosialisasi kebijakan pemekaran ke masyarakat. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa, Penggabungan Daerah Otonom Baru, ALABAS.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI MASYARAKAT ACEH JAYA TERHADAP RENCANA PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH BARAT SELATAN (ABAS) (AFRIJAL, 2014)

PERSEPSI KELOMPOK PENUNTUT (KP3) TERHADAP PEMEKARAN PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA DAN BARAT SELATAN (STUDI KASUS DI KABUPATEN ACEH BARAT) (Sofyan, 2016)

PERAN DPRK ACEH SELATAN DALAM MENDORONG PERCEPATAN PEMBENTUKAN PROVINSI ACEH BARAT SELATAN (ABAS) (Fachrur Razi, 2014)

PERSEPSI TOKOH MAHASISWA TERHADAP PARTAI ACEH (STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (Syirwan Haniya, 2017)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI RISIKO DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA MAHASISWA UNSYIAH (Umunnisa Hidayati, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.