//

PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS USAHA TANAMAN SAWI PADA KELOMPOK TANI TGK BAK ASAN DESA LAMBADA PEUKAN KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang HUMAIRA ABDULLAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

HUMAIRA ABDULLAH “PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS USAHA TANAMAN SAWI PADA KELOMPOK TANI TGK BAK ASAN DESA LAMBADA PEUKAN KECAMATAN DARUSSALA KABUPATEN ACEH BESAR”. Dosen Pembimbing Dr. Ir. Indra, MP. Sawi (Brassica Juncea L) merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Kelebihan lainnya sawi mampu tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Sawi mempunyai nilai ekonomi tinngi setelah kubis krop. Kubis bunga, dan brokoli. Sawi di duga berasal dari Tiongkok (Cina), kemudian menyebar luas ke Filipina dan Taiwan (Rukmana, 2002). Adanya dukungan dari pemerintah melalui UPTB-BPP Kuta Baro dengan membantu para petani yang ada disekitar Aceh Besar membuat suatu daya tarik untuk memperdalam tentang tata cara penanaman tanaman sayuran khususnya sawi dengan baik sehingga petani bisa mendapatkan ilmu dan membuka lahan untuk menanam sawi. Para petani yang bergabung dalam kelompok tani dibawah bimbingan BPP ini juga mendapat perhatian khusus dimulai dari pembukaan lahan sampai pada proses penjualan produk. Kelayakan dari usaha tani tanaman sawi menunjukkan bahwa penerimaan mencapai 1.200.000,- dalam satu kali musim panen dan biaya produksi yang di keluarkan dalam satu kali produksi sebesar Rp 742.625- dapat disimpulkan bahwa keuntungan yang diperoleh dalam satu kali panen adalah adalah Rp 457.375-./MP. Hasil perhitungan R/C sebesar 1,7 artinya setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 100 untuk usahatani sawi, maka akan memberikan keuntungan sebesar Rp 1,7 /MP. Dari hasil perhitungan R/C ratio menunjukkan bahwa usahatani tanaman sawi Di Desa Lambada Peukan Kabupaten Aceh Besar adalah menguntungkan, di tunjukkan dari nilai R/C ratio > 1. Dari analisis Return Of Invesment (ROI) diatas di atas terlihat bahwa total pendapatan yang diterima pada usahatani sawi sebesar Rp 1.200.000, dengan total biaya produksi sebesar Rp742,625. maka nilai ROI yang diperoleh dari usahatani tanaman sawi sebesar 1,62%. Berdasarkan perhitungan hasil BEP jumlah produksi sebesar 99,2 Kg/MP produksi, hal ini menujukkan bahwa jika usahatani tanaman sawi menghasilkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian, dan apabila usahatani tanaman menghasilkan produksi dibawah 99,2 Kg/MP maka mendapat kerugian. Dengan demikian usahatani tanaman sawi tersebut menguntungkan karena hasil produksinya yaitu 160 Kg atau diatas 99,2 Kg/MP. BEP berdasarkan harga jual titik impas usaha tanaman sawi akan tercapai bila harga jualnya sebesar Rp 4.641/Kg. tanaman sawi ini sangat layak untuk dibudidayakan oleh masyarakat.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI APELRN(STUDI KASUS PADA USAHATANI APEL SISWANTO)RNDI DESA DISPOT LINGE KECAMATAN LINGERNKABUPATEN ACEH TENGAH (FITRI SATYA NINGSIH, 2015)

STRATEGI PETANI MISKIN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DASARPANGAN DAN NON-PANGAN KELUARGA DI DESA LAM ASANKECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (NANDA MARYZA, 2016)

TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TANI KORBAN TSUNAMI DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN I ACEH BESAR (RAHMAH DARA AYUNDA, 2016)

ANALISIS PENDAPATAN USAHA BUDIDAYA MENTIMUN (CUCUMIS SATIVA L) HIBRIDA F-1 HARMONY DI DESA LAMBADA PEUKAN KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH (Muhammad Qasthari, 2015)

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI JERNANG DI KABUPATEN ACEH JAYA (CUT EGA SAVITA, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy