//

VARIASI TEBAL PELAT SAYAP DAN TEBAL PELAT BADAN PADA PERENCANAAN GELAGAR JEMBATAN PELAT GIRDER DENGAN DUA DAN EMPAT GELAGAR UTAMA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Misfan Iriani - Personal Name

Abstrak/Catatan

Jembatan merupakan suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Jembatan terdiri dari struktur bangunan atas (rangka jembatan, pelat lantai kendaraan, gelagar, tiang sandaran, trotoar, dan balok kerb), struktur bangunan bawah (abutment dan pondasi) dan struktur pelengkap (pelat injak dan tembok sayap). Setiap struktur bangunan tersebut harus diperhitungkan kekuatannya masing-masing untuk dapat menahan beban, baik beban primer maupun beban sekunder. Salah satu struktur bangunan yang diperhitungkan kekuatannya yaitu gelagar. Gelagar jembatan kelas A dengan panjang jembatan 30 m dan lebar 9 m akan direncanakan menggunakan pelat girder. Pelat girder merupakan komponen struktur lentur yang tersusun dari beberapa elemen pelat. Penampang pelat girder terdiri dari pelat badan (web) dan pelat sayap (flens) yang dihubungkan satu sama lain dengan pengelasan. Pada gelagar jembatan ini direncanakan pelat girder dengan dua model yaitu model 4 gelagar utama pelat girder dan model 2 gelagar utama pelat girder. Setiap model tersebut direncanakan dengan tiga variasi tebal pelat sayap dan tiga variasi tebal badan. Perencanaannya menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) berdasarkan RSNI T-03-2005 dan SNI 1729-2015. Tujuan perencanaan pelat girder tersebut untuk membandingkan berat baja yang paling ekonomis dari segi pemakaian materialnya. Dari hasil perhitungan dan analisa diperoleh pelat girder dengan model 2 gelagar utama berdasarkan variasi tebal pelat badan yaitu profil I 2200x1000x30x100 dengan Mu ulitimit 18.052,53 KNm, Mu layan 11.177,99 KNm, øMn 46.236,3 KNm, Vu ultimit 2460,76 KN, Vu layan 1487,31 KN, øVn 8553,6 KN, δ ultimit 0,03603 m, δ layan 0,02177 m paling ringan berat bajanya yaitu 124.282 Kg, maka profil tersebut paling ekonomis dari segi pemakaian materailnya. Kata Kunci : Jembatan, Gelagar, Pelat Girder metode LRFD berdasakan RSNI T-03-2005 dan SNI 1729-2015.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMILIHAN SUDUT UTAMA PAHAT DAN KOMBINASI PARAMETER PEMOTONGAN YANG SESUAI UNTUK MEMINIMALISIR TERJADINYA BURR PADA PROSES GURDI (Muhammad Zahir Shah, 2016)

ANALISIS PERILAKU PELAT LANTAI KOMPOSIT FLOORDECK BETON RINGAN BUSA MUTU 35 MPA DENGAN KETEBALAN 10 CM, 12 CM, DAN 14 CM (Cut Riska Irnanda, 2014)

ANALISIS PERILAKU PELAT LANTAI KOMPOSIT FLOORDECK ANTARA BETON NORMAL DAN BETON RINGAN BUSA (AYU LESTARI PURBA, 2014)

PERILAKU BALOK PROFIL DOUBLE KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN PLAT BAJA DAN BAUT SEBAGAI ALAT PENYAMBUNG (STUDI KASUS : VARIASI JUMLAH BAUT) (Sonria Derni A, 2018)

PENGARUH VARIASI BEBAN DINDING DAN PELAT LANTAI DARI BATAFOAM DAN BETON RINGAN BUSA TERHADAP PORTAL DAN BERAT TOTAL BANGUNAN PADA RUMAH SUSUN BERTINGKAT DELAPAN (Fazlur Rahman Yafis, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy