//

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUDZA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SRI YUSTIA ULFAH - Personal Name
Fakultas Fakultas Kedokteran
Tahun Terbit 2016

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang bersifat menetap dan berkaitan dengan peningkatan respon inflamasi kronik pada saluran napas dan paru. Derajat keparahan PPOK dapat dinilai dengan menggunakan spirometri. Berdasarkan studi, merokok merupakan faktor risiko utama PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan derajat keparahan PPOK pada pasien di RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling yang diambil pada bulan September hingga November 2016. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman. Selama penelitian berlansung didapatkan 50 responden dan hasil menunjukkan terdapat hubungan antara tipe perokok aktif dan pasif (p 0,000), derajat merokok (p 0,019) dan lama riwayat berhenti merokok (p 0,002) dengan derajat keparahan PPOK. Disimpulkan bahwa perubahan VEP1 sangat berhubungan dengan perilaku merokok, perilaku berhenti merokok dapat menurunkan risiko keparahan PPOK sedangkan perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi menderita PPOK berat. Kata kunci : PPOK, Merokok, Tipe Perokok, Derajat Merokok, Berhenti Merokok ABSTRACT Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a preventable and treatable disease which characterized by persistent airflow limitation and associated with an enhanced chronic inflammatory response in the airways and the lung. Spirometry is required to assess the severity of the disease. Cigarette smoking is the best-studied COPD risk factor. This study aims to determine the relationship between smoking behavior and the severity of COPD patient in RSUDZA Banda Aceh. This study was observational analytic with cross-sectional design. Sampling was done by consecutive sampling technique which were drawn from September until November 2016. Data analyzed by using Chi-Square test and Spearman test. This research obtained 50 samples and the result showed there was a significant correlation between the type of smokers (p 0,000), the level of smoker (p 0,019), and the history of smoking cessation (p 0,002) with the severity of COPD. Concluded that the changed value of FEV1 was significantly correlated with smoking behavior, smoking cessation effectively able to reduce the severity of COPD while active smokers had higher risk to become severe COPD. Keyword: COPD, Cigarette smoking, Type of smokers, Level of smoker, Smoking Cessation

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS DENGAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP SERTA DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUDZA BANDA ACEH (Telavani Umri, 2018)

GAMBARAN SPIROMETRI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Farah Dhita Anissa Putri, 2014)

KORELASI DERAJAT PPOK DENGAN PENURUNAN MASSA OTOT PADA PENDERITA PPOK DI POLI PARU RSUDZA (WenyNoralita, 2016)

HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN LAMA MENGIDAP PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK TERHADAP KADAR LEUKOSIT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Cut Nanda Fitri, 2014)

HUBUNGAN DERAJAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (SHARAH ANNISA, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy