//

PENYITAAN DAN PENYIMPANAN BENDA SITAAN KASUS JARIMAH KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR`IYAH KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Citra Dewi Keumala - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Citra Dewi Keumala, PENYITAAN DAN PENYIMPANAN BENDA SITAAN DALAM KASUS JARIMAH KHALWAT (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v,58) pp.,tabl.,bibl. Ainal Hadi, S.H., M.Hum Qanun Nomor 7 Tahun 2013 tentang Qanun Acara Jinayat mengatur tentang penyitaan dapat dikenakan terhadap benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruhnya atau sebagian dipergunakan untuk melakukan jarimah yang diatur dalam Pasal 45, dan aturan mengenai penyimpanan benda sitaan diatur dalam Pasal 50. Namun kenyataannya perihal penyitaan dan penyimpanan yang berkaitan dengan jarimah khalwat belum sesuai dengan Qanun di atas. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan mengenai Implementasi Penyitaan dan Penyimpanan Barang-Barang Sitaan Kasus Jarimah Khalwat, Hubungan Antara Barang yang Disita Oleh PPNS Wilayatul Hisbah dengan Kasus Jarimah Khalwat, dan Hambatan dalam Penyimpanan Benda-Benda Barang Sitaan Kasus Jarimah Khalwat. Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan, yaitu dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara memperlajari literatur dan peraturan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan, yaitu dilakukan untuk memperoleh data primer dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi penyitaan dan penyimpanan barang sitaan kasus jarimah khalwat masih belum sesuai dengan peraturan. Hubungan antara barang yang disita oleh Wilayatul Hisbah dengan kasus jarimah khalwat yaitu digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meyakinkan hakim Mahkamah Syari’ah bahwa terdakwa benar melakukan tindak pidana khalwat. Hambatan dalam penyitaan dan penyimpanan benda-benda barang sitaan jarimah khalwat disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana tempat penyimpanan barang sitan sehingga pihak yang menyimpan barang sitaan tersebut terpaksa harus menyimpannya dalam ruangan tempat bekerja. Disarankan perlu adanya meningkatkan dan menjalin kerja sama yang baik antara Wilayatul Hisbah dengan instansi dalam melaksanakan penyimpanan benda sitaan, agar fungsi Wilayatul Hisbah dapat berjalan secara optimal. Menumbuhkan sikap percaya dan menghargai dari pihak penegak hukum mengenai keberadaan Wilayatul Hisbah sebagai tempat penyimpanan benda sitaan, yang dapat menjalankan fungsinya secara profesional. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia dari pihak Wilayatul Hisbah agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KHALWAT/MESUM BERDASARKAN QANUN NOMOR 14 TAHUN 2003(SUATU PENELITIAN DI KOTA SUBULUSSALAM) (PUTRI SAHADAT BANCIN, 2015)

PELAKSANAAN PUTUSAN JARIMAH MAISIR MENURUT QANUN NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG HUKUM ACARA JINAYAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR'IYAH JANTHO) (Muhammad Fadhil, 2017)

STUD KASUS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR'IYAH BANDA ACEH NOMOR 0200/PDT.G/2015/MS-BNA TENTANG HAK ASUH ANAK OLEH AYAH SETELAH PERCERAIAN (SAIFUL RAHMAN, 2018)

PENYIMPANAN DAN PEMUSNAHAN BENDA SITAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI ACEH TIMUR) (Richo Sumardana, 2018)

PENYELESAIAN PERKARA FARAID MELALUI MEDIASI (STUDI PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH JANTHO) (SITI FAUZIANI, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy