//

PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH INDUSTRI RUMAH TANGGA PABRIK TAHU TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN ATAS PEMBUANGAN LIMBAH TAHU (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Fauzi Maulana - Personal Name

Abstrak/Catatan

Perbuatan Melawan Hukum Oleh Industri Rumah Tangga Pabrik Tahu Terhadap Pencemaran Lingkungan (Suatu Penelitian di Kota Banda Aceh) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v,55),pp.,bibl.,tabl.app., ABSTRAK Fauzi Maulana, 2016 M. Jafar, S.H., M.Hum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di dalam Pasal 69 ayat (1), huruf a disebutkan bahwa “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup”, kemudian huruf e menyebutkan bahwa “Setiap orang dilarang membuang limbah ke media lingkungan hidup”, namun dalam prakteknya masih terdapat pihak-pihak yang membuang limbah sembarangan yang mengakibatkan tercemarnya sungai sehingga memberikan kerugian kepada masyarakat dan itu dapat dikatakan sebagai Perbuatan Melawan Hukum. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan pertanggung jawaban industri pabrik tahu terhadap perbuatan melawan hukum karena membuang limbah ke sungai, menjelaskan faktor penyebab terjadinya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh industri pabrik tahu dan menjelaskan upaya hukum terhadap perbuatan melawan hukum oleh industri pabrik tahu Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku teks, peraturan perundang-undangan. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bentuk pertanggungjawaban apapun yang dilakukan oleh pihak industri pabrik tahu seperti melakukan pemasangan Ipal, Faktor penyebab pihak industri tahu melakukan pembuangan limbah ke sungai salah satunya karena faktor lokasi industri tersebut dekat dengan sungai, Upaya hukum yang telah dilakukan membuat laporan pengaduan, meminta ganti kerugian, serta meminta pihak industri pabrik tahu menetralisir kembali sungai yang tercemar. Disarankan kepada pemerintah untuk lebih selektif dalam memberikan izin kepada pengusaha industri tahu untuk melakukan kegiatan produksi usahanya, Lebih tegas dalam menerapkan sanksi hukuman kepada para pengusaha industri yang melakukan perbuatan melawan hukum agar tidak ada lagi para pengusaha industri melakukan pencemaran lingkungan seperti pembuangan limbah secara sembarangan yang dapat merusak lingkungan, serta Melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pengusaha industri agar tidak melakukan pembuagan limbah secara sembarangan tetapi harus sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU DAN AIR KELAPA UNTUK MEMPERBAIKI SIFAT KIMIA TANAH, MENINGKATKAN HASIL DAN KUALITAS BIJI KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) (Nailis Saadah, 2015)

PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN TETRASELMIS SP. (Agus SriMuliadi, 2017)

ANALISIS KUALITAS TAHU BASAH BERDASARKAN BIOINDIKATOR KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM DI KAWASAN KOTA BANDA ACEH (DIAN AFRIANI, 2018)

PERKEMBANGAN USAHA PEMBUATAN TAHU DI KOTA BANDA ACEH, 1993-2014 (SARA FADHILAH, 2016)

PEMANFAATAN FERMENTASI LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN EM4 SEBAGAI ALTERNATIF NUTRISI MIKROALGA SPIRULINA SP. (Panji Muhammad Maulana, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy