//

PENGGUNAAN KETERAMPILAN REINFORCEMENT DALAM PELAKSANAAN KONSELING OLEH GURU BK (PENELITIAN DI MTSN MODEL BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Helga Safitriani - Personal Name

Abstrak/Catatan

Kata kunci : Penggunaan Keterampilan Reinforcement, Pelaksanaan Konseling Guru BK Oleh Guru BK Penelitian ini berjudul “Penggunaan Keterampilan Reinforcement dalam Pelaksanaan Konseling Oleh Guru BK” (Penelitian di MTsN Model Banda Aceh). Adapun pengertian reinforcement merupakan salah satu keterampilan konseling yang berupa teknik verbal maupun non verbal, yang digunakan guru BK untuk menguatkan atau menambah peluang munculnya tingkah laku yang diinginkan pada konseli. Tujuan dari pemberian reinforcement adalah agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya, mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan, dan memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru BK MTsN Model Banda Aceh terhadap keterampilan reinforcement dan untuk mengetahui penggunaan keterampilan reinforcement dalam pelaksanaan konseling pada guru BK MTsN Model Banda Aceh. Adapun yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru BK MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 3 orang. Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah penggunaan keterampilan reinforcement dalam pelaksanaan konseling oleh guru BK. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan hasil penelitian berbentuk narasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui obsevasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru BK MTsN Model Banda Aceh memiliki pemahaman yang kurang tepat terhadap reinforcement. Hal itu dapat dilihat dari kurang tepatnya pemahaman guru BK MTsN Model Banda Aceh terhadap makna reinforcement, tujuan, maupun manfaatnya. Dalam implementasinya guru BK MTsN Model Banda Aceh memang menggunakan reinforcement dalam pelayanan konseling. Reinforcement yang dilaksanakan dalam pelayanan konseling tersebut berupa positive reinforcement yang diberikan segera setelah perilaku yang diinginkan muncul. Positive reinforcement juga diberikan melalui beberapa tahap pertemuan konseling yaitu 3 kali pertemuan konseling berupa senyuman, pujian, dan poin berupa bintang yang dapat ditukarkan dengan hadiah. Sedangkan negative reinforcement diberikan jika hanya keadaan sangat mendesak dan terpaksa. Namun, negative reinforcement tidak sepenuhnya diberikan oleh guru BK MTsN Model Banda Aceh dalam pelayanan konseling contohnya hukuman membersihkan toilet, pemanggilan orangtua, pemberian tugas, tidak diizinkan masuk jam pelajaran yang disenangi dan membuat perjanjian kontrak yang berupa sanksi-sanksi yang akan dijalani jika tidak mematuhi perjanjian tersebut.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN DASAR LAYANAN KONSELING OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING (PENELITIAN DI SMAN DAN SMKN SE-KOTA BANDA ACEH) (HUSNUL MAWADDAH, 2014)

MANAJEMEN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MTSN RUKOH BANDA ACEH (Sri Mutia, 2014)

PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR DAN KETERAMPILAN KONSELING MAHASISWA BK DALAM MELAKSANAKAN PPL DI SEKOLAH ( SUATU PENELITIAN PADA GURU PAMONG DI SEKOLAH LATIHAN DALAM KOTA BANDA ACEH) (Khairul Misbah, 2016)

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILANKOMUNIKASI SISWA PADA SMPN KOTA BANDA ACEH (Riski Febriadi, 2018)

PELAKSANAAN LAYANAN PEMINATAN OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING DI SMA DALAM KURIKULUM 2013 (Muarrief Rahmat, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy