//

ANALISIS DEFORMASI DAN RETAKAN STRUKTUR TEROWONGAN AKIBAT BEBAN STATIK DAN BEBAN KERETA API DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NIRWAL MAHDI ABDULLAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

Kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya sistem transportasi pada terowongan seperti retakan dan deformasi menyebabkan dilakukannya beberapa analisis pemodelan untuk mengetahui dan mencegah terjadinya kerusakan pada terowongan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerusakan yang disebabkan deformasi dan retakan pada lapisan shotcrete terowongan dengan menggunakan dua analisis pemodelan yaitu pemodelan menggunakan lapisan pseudoshell yang dikembangkan Shi (2009) dan pemodelan akibat beban kereta api. Objek penelitian adalah lapisan shotcrete terowongan Sieberg, Austria. Pada pemodelan dengan lapisan pseudoshell, digunakan lapisan dengan ketebalan 0,03 m, 0,06 m dan 0,1 m dengan beban merata sebagian pada sisi kiri terowongan dan beban terpusat pada kedua sisi dengan asumsi lebar retakan maksimum yang telah dicapai adalah 1 mm serta analisa berdasarkan beban kereta api saat bergerak dengan kecepatan 36 km/h dan 100 km/h dengan asumsi waktu pelayanan selama 15 tahun. Asumsi lalu lintas kereta api yang melintas dalam sehari adalah 5 kali. Beberapa data yang dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis menggunakan perangkat lunak Atena V5. Hasil yang diperoleh adalah pada pemodelan pseudoshell, untuk beban merata sebagian sisi kiri terowongan, besaran deformasi dengan pemodelan pseudoshell dengan tebal 0,03 m, 0,06 m dan 0,1 m adalah 48,33mm, 42,75 mm dan 35,5 mm. Untuk beban terpusat pada sisi kiri terowongan, besaran deformasi dengan pemodelan pseudoshell dengan tebal 0,03 m, 0,06 m dan 0,1 m adalah 8,6 mm, 10,8 mm dan 8,361 mm. Untuk beban terpusat pada sisi kanan terowongan, besaran deformasi dengan pemodelan pseudoshell dengan tebal 0,03 m, 0,06 m dan 0,1 m adalah 44,65 mm, 32,75 mm dan 28,02 mm. Untuk pemodelan kereta api dengan kecepatan v=36 km/h didapatkan deformasi pada sisi kiri 7,9x10-2 mm dan kanan 3,4510-2 mm. Untuk pemodelan kereta api dengan kecepatan v=100 km/h didapatkan deformasi pada sisi kiri sebesar 1,11x10-1 mm dan kanan sebesar 0,0354 mm.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS PERLAKUAN JONT BALOK KOLOM TERHADAP BEBAN SIKLIK DENGAN PENAMBAHAN SENGKANG PADA JOINT SESUAI SK SNK T-15-1991-03 (Jovan Sudharma Ns, 2018)

ANALISIS PERILAKU JOINT BALOK KOLOM TERHADAP BEBAN SIKLIK SESUAI DENGAN SNI 2847-2013 (Rachmat Nur Mahyuddin, 2018)

PENGARUH MODEL SHEAR MODULUS TERHADAP HASIL ANALISIS PANEL BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA NONLINIER (Ferina Rizkia, 2015)

PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR GEDUNG 12 LANTAI MENGGUNAKAN RNRANGKA PEMIKUL MOMEN BETON BERTULANG DAN RANGKA PEMIKUL MOMEN BAJA DENGAN ANALISIS GEMPA DINAMIK TIME HISTORY. (Mahathir, 2014)

ANALISA RETAKAN PADA POROS ENGKOL KENDARAAN BERDASARKAN EKSPERIMEN DAN SIMULASI (Zulfikar, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy