//

DETEKSI CEMARAN BORAKS, FORMALIN, ANALISIS PROKSIMAT SERTA PERSEPSI PEMBELI DAN PEDAGANG BAKSO YANG BERADA DI KOTA LHOKSEUMAWE

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Juni Mirzal - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN JUNI MIRZAL. Deteksi Cemaran Boraks, Formalin, Analisis Proksimat serta Persepsi Pembeli dan Pedagang Bakso yang Berada di Kota Lhokseumawe. RINIDAR dan RAZALI Selama ini penerimaan konsumen terhadap bakso dinilai dari karakteristik yang sesuai dengan selera konsumen. Selera ini tentu saja tidak selalu memperhatikan standar gizi dan keamanan makanan. Kepuasan yang dicapai konsumen didasarkan pada karakteristik fisik seperti rasa, aroma, tekstur dan warna. Hal ini akan mendorong produsen berusaha untuk memenuhi tingkat kepuasan konsumen dengan berbagai cara tanpa mempedulikan dari aspek kesehatan. Pengetahuan yang terbatas dari pedagang menyebabkan adanya pemakaian bahan pengawet yang tidak diperbolehkan seperti boraks dan formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya cemaran dari boraks dan formalin serta menganalisis kadar proksimat pada bakso yang beredar di Kota Lhokseumawe dan mengetahui tingkat pengetahuan konsumen bakso terhadap formalin dan boraks sebagai bahan pengawet berbahaya. Sebanyak 8 warung bakso kuah dan 8 penjual bakso tusuk menjadi sampel untuk diuji cemaran boraks dan formalin serta kadar proksimat untuk mengetahui nilai gizi yang terkandung. Pemeriksaan boraks pada bakso kuah warung dan tusuk dengan menggunakan test kit boraks dengan merek EASY TES sedangkan uji formalin pada bakso kuah dan tusuk menggunakan test kit formalin dengan merek EASY TES. Hasil pemeriksaan bakso kuah ditemukan 1 sampel positif mengandung boraks, sedangkan sampel bakso tusuk yang dijual di sekolah tidak ditemukan cemaran boraks. Hasil pemeriksaan formalin tidak ditemukan adanya cemaran pada bakso kuah dan tusuk. Hasil uji kadar proksimat bakso kuah diperoleh nilai rata-rata dan standar deviasi di mana kadar protein sebesar 9,43 ± 1,00, kadar lemak 10,53 ± 4,08, kadar air 65,88 ± 3,51, kadar abu 2,76 ± 0,65 dan kadar karbohidrat sebesar 11,40 ± 3,33. Nilai tersebut memenuhi dengan kadar proksimat yang dikeluarkan oleh SNI dan berdasarkan data dari kuesioner dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan konsumen bakso terhadap bahaya boraks dan formalin bila digunakan dalam produk makanan (P

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGETAHUAN PENJUAL DAN PEMBELI JAJANAN BAKSO GORENG TERHADAP BAHAYA FORMALIN DAN BORAKS DI LINGKUNGAN KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH (Zikra Rizfiani, 2015)

PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA TEMPAT DI KOTA LANGSA (NURSYAFRIANI GUSNA N, 2018)

PEMERIKSAAN CEMARAN FORMALIN DAN MIKROBA PADA BAKSO YANG DIJUAL DI BEBERAPA PEDAGANG DI KABUPATEN BIREUEN (M NIZA ARIQ IRVANDA, 2018)

DETEKSI FORMALIN PADA BAKSO GORENG YANG DIJUAL DIDAERAH DARUSSALAM-BANDA ACEH (Sahlan Harahap, 2015)

KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN BAKSO DI SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Lia Maharani, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy