//

PEMODELAN BANJIR SUNGAI KRUENG JEULANGA GAMPONG ALUE KEUTAPANG KABUPATEN PIDIE JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Fajrin Nuzar - Personal Name

Abstrak/Catatan

v ABSTRAK Gampong Alue Keutapang merupakan gampong yang dilanda banjir. Banjir yang terjadi pada Gampong Alue Keutapang ini berasal dari luapan Sungai Krueng Jeulanga yang terjadi setiap tahunnya. Adapun permasalahan pada penelitian ini adalah banjir berulang pada Gampong Alue Keutapang Kabupaten Pidie Jaya, berapa besar debit banjir Sungai Krueng Jeulanga, bagaimana kondisi muka air banjir Sungai Krueng Jeulanga. Alternatif untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi maka perlu dilakukannya pemodelaan banjir untuk memprediksi debit banjir yang terjadi pada Sungai Krueng Jeulanga Gampong Alue Keutapang. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit banjir dan waktu tercapainya debit puncak selama terjadinya hujan. Selain itu juga dilakukan simulasi model hidrolika guna memberikan informasi terhadap solusi penanggulangan banjir. Ruang lingkup penulisan ini meliputi analisa karakteristik DAS, analisis hidrologi, analisis hidrolika, dan solusi penanggulangan. Studi ini tidak meninjau desain terhadap bangunan pengendali banjir. Metodologi meliputi analisis data curah hujan. Analisis curah hujan rancangan dihitung dengan distribusi Log Person III dengan periode ulang 2 tahun sebesar 95,120 mm. Untuk uji distribusi digunakan uji Chi-kuadrat dan uji Smirnov-Kolmogorov. Analisis debit banjir rancangan dihitung menggunakan hidrograf satuan sintesis Nakayasu dengan periode ulang 2 tahun sebesar 183,54 m3/dtk. Analisis hidrolika dilakukan dengan menghitung kapasitas sungai melalui penampang melintang dan penampang memanjang. Pemodelan profil aliran dengan menggunakan software HEC-RAS 4.1. Hasil dari pemodelan Sungai Krueng Jeulanga keadaan eksisting menggunakan running software HEC-RAS 4.1 bahwa limpasan (overtopping) terjadi pada pias penampang sungai STA 0+134 sampai STA 1+249 dan yang tidak terjadi limpasan pada STA 0+00 sampai STA 0+92,2. Sedangkan pada solusi penanggulangan yang dilakukan terlebih dahulu berupa normalisasi pengerukan dasar sungai, maka limpasan (overtopping) terjadi pada pias penampang sungai STA 0+224,8 sampai STA 1+249 dan yang tidak terjadi limpasan pada STA 0+00 sampai STA 1+174,8. Setelah dilakukan nya normalisasi namun banjir tetap terjadi, akan tetapi banjir yang terjadi mengalami penurunan elevasi banjir. Adapun solusi pengendalian banjir yang perlu dilakukan terhadap Sungai Krueng Jeulanga, yaitu pembuatan embung atau waduk untuk menampung terlebih dahulu air agar disalurkan secara perlahan sehingga tidak terjadinya banjir. Kata kunci : sungai, banjir, HEC-RAS 4.1, embung

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMODELAN BANJIR SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (M DANIYAL SAFRIZAR, 2018)

PENGARUH PEMBUATAN WADUK RUKOH DAN WADUK TIRO TERHADAP PENURUNAN MUKA AIR BANJIR SUNGAI KRUENG TIRO KABUPATEN PIDIE (edi subroto, 2016)

IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (Nursinah, 2015)

ANALSIIS SPASIAL KARAKTERISTIK FISK DAS TERHADAP UPAYA MITIGASI BENCANA BANJIR PADA DAS KRUENG MEUREUBO (Indra Syahputra, 2018)

ANALISIS KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI TEMBAKAU DI DESA MEURANDEH ALUE KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA (Bustami, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy