//

ANALISA TINGKAT KERAWANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nur Bazelly - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Tingginya penggunaan lahan permukiman pada suatu wilayah mengakibatkan terjadinya kerawanan akan bahaya lingkungan seperti bencana kebakaran. Bencana kebakaran dapat mengakibatkan kerusakan harta benda, kerugian investasi, kehilangan pekerjaan dan juga dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu diperlukannya informasi tentang rawan kebakaran pada permukiman berkaitan dengan lokasi dan area dalam bentuk peta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kerawanan kebakaran permukiman yang ada di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan sistem informasi geografis serta metode interpretasi visual, pengharkatan (scoring), pembobotan dan overlay. Dari hasil yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa di Kota Banda Aceh tingkat kerawanan tertinggi seluas 320,59 Ha, atau 14,02% dari wilayah permukiman, tingkat kerawanan sedang seluas 1734,60 Ha atau 75,85% dari wilayah permukiman, dan Tingkat kerawanan terendah seluas 231,78 Ha, atau 10,13% dari wilayah permukiman. Kata Kunci: Tingkat Kerawanan Kebakaran Permukiman, Overlay, Weighted Sum. ABSTRACT The high use of land settlement in the region resulted in susceptibility to environmental hazards such as fire disaster. Fire disaster can result in property damage, loss of investments, loss of employment and also can be life-threatening. Sothe information about the susceptible area to fire, related to the location and area in the form of a map is needed. This research aims to analyze and mapping the level of fire disasterof area in Banda Aceh. This research uses a Geographic Information System and visual interpretation methods, scoring, weighting and overlay. The results from this research can be concluded that the highest susceptibility level area in Banda Aceh is about 320.59 hectares, or 14.02% of the residential areas, the mediumsusceptibility level area is about 1734.60 ha, or 75.85% of the residential areas, and the lowest susceptibilitylevel area isabout 231.78 ha, or 10.13% of the residential areas. Keyword: Fire Risk levelof Settlement Area, Overlay, Weighted Sum.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR (STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH) (Muhammad Azmi Syukran, 2016)

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS(SIG) TEMPAT LAYANAN KESEHATAN DI KOTA BANDA ACEH BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK CI (DEDI SAPUTRA, 2017)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN LOKASI TEMPAT WISATA KULINER DI KOTA BANDA ACEH (ICHWANUL HAKIM, 2018)

HUBUNGAN ANTARA UKURAN KOTA DAN TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI ACEH (CUT NYAK AYU AULIA, 2018)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI TAMAN PENDIDIKAN AL QUR'AN DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER (MUHAMMAD IRFANDI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy