//

PENENTUAN STRUKTUR 2D BAWAH PERMUKAAN DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DESA PAYA ATEUK

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Andi Dian Saputra - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Sebuah penelitian untuk menentukan struktur 2D bawah permukaan daerah rawan longsor dengan menggunakan metode geolistrik telah dilakukan di Desa Paya Ateuk, Aceh Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan zona rawan longsor yang berada pada daerah tersebut dengan mengukur nilai resistivitas bawah permukaan. Alat yang digunakan adalah Resistivitymeter ARES dengan 32 buah elektroda arus konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan 2 lintasan yang panjangnya masing-masing 220 meter dengan spasi elektroda masing-masing 5 meter. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan lokasi penelitian terdapat 6 lapisan dengan nilai resistivitas yang berbeda yaitu lapisan pertama (ρ = 109-431 Ωm), lapisan kedua (ρ = 6721-26536 Ωm), lapisan ketiga (ρ = 104770 Ωm, lapisan keempat (ρ = 104770-413659 Ωm), lapisan kelima (ρ = 413659-1633235 Ωm) dan lapisan keenam (ρ >1633235 Ωm). Berdasarkan hasil pemodelan dapat dilihat zona rawan longsor terdapat pada kedalaman berkisar 10-20 meter, dengan nilai resistivitas antara 109-431 Ωm pada kedua lintasan. Lapisan dengan nilai resistivitas yang rendah ini memiliki kecendrungan kembali terjadinya longsor. Kata Kunci : Metode Geolistrik, Konfigurasi Wenner-Schlumberger, longsor, Paya Ateuk ABSTRACT A study to determine subsurface 2D structure of lanslide prone area at Desa Paya Ateuk was done. The aims of the study were to dertemine landslide risk zone in the area and to measure subsurface resistive values of the area. The measurement was taken with ARES Resistivitymeter using Wenner-Schlumberger configuration. The data acquired was done into two lines each has 220 meters long and the distance of the elektrodes is 5 meter. The results showed that the subsurface of the study area consis of 6 layers with differen resistivity values. The first layer has (ρ = 109-431 Ωm), second layer (ρ = 6721-26536 Ωm), third (ρ = 104770 Ωm, forth (ρ = 104770-413659 Ωm), fifth (ρ = 413659-1633235 Ωm) and last layer (ρ >1633235 Ωm). Based on the result, landslide zone for each lines can be found at 10-20 meter of subsurface depth with the resistivity values are among 109-431 Ωm. The layer with lower resistivity values is the highest landslide risk zone. Keywords: Geoelectric method, Wenner-Schlumberger configuration, landslide, Paya Ateuk

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

STUDI STRUKTUR TANAH RAWAN LONGSOR DAERAH PAYA ATEUK BERDASARKAN DATA VERY LOW FREQUENCY (VLF) (Agus Hari Pramana, 2015)

ANALISIS DATA GRAVITY LOKAL PADA KAWASAN BERPOTENSI LONGSOR DI PAYA ATEUK, ACEH SELATAN, MENGGUNAKAN METODE GRAVITY (Helmiadi, 2015)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGANRN(STUDI DESKRIPTIF PADA PETAMBANG EMAS TRADISIONALRNDI GAMPONG PAYA ATEUK, KEC. PASIE RAJA, KAB. ACEH SELATAN) (Muzakir, 2014)

ANALISIS BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 5 (STUDI KASUS BENCANA LONGSOR 30 MEI 2008 DI KABUPATEN ACEH SELATAN) (EKO CAHYO PRISTIWANTORO, 2015)

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA (Muliadi Sembiring, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy