//

ANALISIS SPATIAL KEKRITISAN LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG BARO

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Fachra Muharyanda - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kabupaten Pidie memiliki kawasan hutan yang lumayan luas, namun dengan seiring pertumbuhan penduduk lahan-lahan hijau mulai dijadikan sasaran masyarakat untuk membangun pemukiman. Faktor bencana alam seperti tsunami 2004 juga banyak mengubah tataguna lahan Kabupaten Pidie. Kemudian banjir juga menjadi masalah utama dikabupaten Pidie, akibat dari penebangan liar di hulu hutan Pidie, lalu terjadi erosi yang menyebabkan banjir dan merendam area pemukiman penduduk. Oleh karena itu, masalah di atas adalah yang memicu terjadinya lahan kritis, terutama pada kawasan DAS Krueng Baro yang sehari-harinya digunakan oleh masyarakat sekitar DAS. Maka diperlukan sebuah penelitian yang menunjukkan tentang kekritisan lahan DAS Krueng Baro dan akan mengklasifikasikan tingkat kekritisan tersebut dalam bentuk pemetaan spatial. Penelitian ini menggunakan metode skoring dan pembobotan dari teknik tumpang susun atau overlay data spatial, dengan parameter yang telah ditentukan oleh Permenhut Nomor P.32/Menhut-II/2009. Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTk RHL-DAS) yaitu tutupan vegetasi, kemiringan lereng, tingkat erosi, manajemen lahan dan produktivitas lahan. Dari hasil penelitian ditemukan 5 kelas kekritisan lahan pada DAS Krueng Baro, kelas tidak kritis seluas 201.346 Ha, kelas agak kritis 79.720 Ha, kelas potensial kritis 285.187 Ha, kelas kritis seluas 7.426 Ha, dan untuk kelas sangat kritis tidak ditemukan pada penelitian ini. Kata Kunci : Kabupaten Pidie, DAS Krueng Baro, Lahan Kritis ABSTRACT Pidie is one of the districts in Aceh which has a wide forest areas, but as the population growth over the green lands began to be targeted communities to build settlements. A factor of natural disasters like Tsunami 2004 has been changed significantly Pidie district. Moreover, flood, illegal logging and erosion that caused flooding and soaking Pidie residential is also a major problem in the Pidie. Therefore, those problems caused the critical areas, especially Krueng Baro watershed which daily used by people around the watershed. The researcher thinks that require a study to research about the critical land of Krueng Baro watershed and researcher will classify the critical level in the form of spatial mapping. This study used the scoring and weighting of overlay spatial data techniques, the parameters have been determined by the Ministerial Regulation (“No. P.32 / Menhut-II / 2009”) about the procedure Planning of Forest and Land Rehabilitation Engineering Watershed (RTK RHL-DAS). ie vegetation cover, slope, erosion rates, land management and land productivity. As a result, the researcher found five critical class field in Krueng Baro such us, not a critical area of 201.346 Ha, rather critical area of 79.720 Ha, critical potential area of 285.187 Ha, a critical area of 7.426 Ha and for the very critical class does not finded in this research. Keywords: Pidie district, Krueng Baro watershed, Critical Land

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (Nursinah, 2015)

ANALISIS SEDIMENTASI SUNGAI KRUENG BARO PADA HULU DAN HILIR BENDUNG KEUMALA KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH (Yusni Eva Cus Endang, 2018)

IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG KEUMIREU (Suroso, 2016)

ANALISIS EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (NADIA REZKYNA, 2018)

ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR (Hilda Sury, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy