//

KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DALAM MEWUJUDKAN TIGA PULUH PERSEN RUANG TERBUKA HIJAU

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MIRJA SYAHPUTRA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam Mewujudkan Tiga Puluh persen Ruang Terbuka Hijau. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala (xii, 52, pp, tabi, bibi, app) (Dr. Husaini Ibrahim, M.A) Pemerintah Kabupaten Aceh Barat ingin menjalakan 30 persen ruang terbuka hijau sebagai mana yang telah dimanatkan dalam Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang tata ruang dan juga hal terse but sudah di bahas dalam Qanun No 1 tahun 2013 Aceh Barat dimana setiap daerah kabupaten/kota wajib memiliki ruang terbuka hijau. Disebukan dalam undang-undang ini bahwa proporsi ruang terbuka hijau publik paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kabupaten, sedangkan untuk wilayah kota proporsi ruang terbuka hijau publik paling sedikit 20 (dua puluh) persen dari luas wilayah kota. Namun pada kenyataannya 30 persen ruang terbuka hijau yang diwajibkan dalam undang undang belum terealisi dengan maksimal dikarenakan masih banyak dari masyarakat di kabupaten Aceh Barat yang belum mengerti tentang pentingnya ruang terbuka hijau tersebut, bahkan banyak dari masyarakat yang belum tahu manfaat dari ruang terbuka hijau tersbut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memenuhi kuota 30 persen ruang terbuka hijau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data diperoleh dengan dua cara yaitu data primer dan skunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara langsung dengan informen sedangkan data skunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yaitu dengan membaca buku teks, Jurnal, Undang-Undang dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan 30 persen ruang terbuka hijau dikabupaten Aceh Barat belum sepenuhnya berhasil. Faktor penghambat dalam menjalakan kebijaka tersebut adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) didalam pemerintaha n yang mengerti tentang tata ruang wilayah, serta masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah. Simpulan penelitian adalah kepada Pemerintah kabupaten Aceh Barat untuk terus berupaya keras dalam menciptakan 30 persen ruang terbuka hijau di Kebupaten Aceh Barat. Kata kunci: Ruang terbuka hijau, Kebijakan Pemerintah Kab Aceh Barat, Taman Kota MIRJA SYAHPUTRA 2016

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

IMPLEMENTASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Ikhlas Saradiwa, 2017)

KARAKTERISTIK KIMIA DAN EVALUASIKERUSAKAN TANAH PADA AREAL TERBUKA HIJAU DIKOTA BANDA ACEH (muhammad fachruddin, 2016)

KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEHRNMENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISRN(STUDI KASUS KECAMATAN BAITURRAHMANRNDAN KECAMATAN KUTA ALAM) (BADREVI, 2015)

MANFAAT SOSIAL DAN MANFAAT EKONOMI MASYARAKAT DARI RUANG TERBUKA HIJAU BLANG PADANG KOTA BANDA ACEH (Devi Melinda, 2018)

BANDA ACEH BOTANICAL GARDEN (Nur Keumalahayati, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy