//

HOTEL BINTANG TIGA DI LINGKUNGAN BANDARA SIM

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Farida Amelia - Personal Name

Abstrak/Catatan

HOTEL BINTANG TIGA DI LINGKUNGAN BANDARA SIM Farida Amelia Abstrak Semakin pesat laju pertumbuhan sektor pariwisata setiap tahunnya, maka semakin bertambah pula kebutuhan untuk menunjang fasilitas wisata setiap individu, baik kebutuhan penginapan, rekreasi, kuliner, dan bisnis merupakan kebutuhan yang membutuhkan tempat untuk mewujudkannya. Dalam hal ini kebutuhan akan penginapan menjadi kebutuhan paling utama bagi setiap individu, idealnya sebuah penginapan akan memerlukan lokasi yang strategis, aman, nyaman, serta efesien untuk ditinggali dan kemudahan akses kemana saja. Kawasan bandara merupakan lokasi strategis untuk wisatawan karena dekat dengan bandara dan gedung-gedung komersil lainnya, baik itu perumahan, perdagangan dan jasa, layanan umum, dan sebagainya. Namun sayangnya, kondisi saat ini menunjukan belum adanya fasilitas penginapan dalam jenis apapun di kawasan tersebut. Kondisi ini membatasi wisatawan untuk menikmati wisata ataupun kegiatan bisnisnya. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menghadirkan sebuah fasilitas penginapan berupa Hotel Bintang Tiga di kawasan Bandara SIM yang tidak memerlukan lahan luas, namun mampu menampung sejumlah besar wisatawan yang dating ke Aceh, dengan fasilitas dan pelayanan yang nyaman. Lahan yang terdapat di kawasan Bandara Sultan Iskandar Muda merupakan tempat strategis dibangunanya penginapan kelas menengah berupa Hotel Bintang Tiga plus sebagai salah satu penginapan yang berstandar mewah dengan fasilitas yang hapir setara dengan hotel bintang lima namun dengan biaya yang jauh lebih murah. Setiap penginapan membutuhkan tingkat efisien, kenyamanan dan keamanan yang tinggi. Untuk itu perlunya prinsip-prinsip arsitektur hijau, yang mampu menerapkan konsep perancangan yang sadar lingkungan. Mengingat hotel berbintang sebagai penginapan mewah, maka konsep arsitektur hijau menjadi pilihan karena handal dalam strategi penghematan energi. Sehingga perlu dilakukan beberapa pendekatan dengan studi lokasi, pengambilan data, analisa kawasan untuk memahami karakteristik lahan, potensi lahan, dan permasalahan lain yang mendukung proses perancangan. Tidak hanya itu, perlu pendekatan studi literatur dan pustaka terhadap bangunan serta tema sejenis, guna memperkuat pemahaman dan prinsip-prinsip mengenai bangunan dan tema bersangkutan, sehingga mudah mengidentifikasi data-data yang diperlukan dalam perencanaan dan perancangan. Kata kunci : Hotel Bintang Tiga, Bandara Sultan Iskandar Muda, Arsitektur Hijau. THREE STAR HOTEL IN THE ENVIRONMENT AIRPORT SIM Farida Amelia Abstract The more rapid the rate of growth in the tourism sector each year, then increasing the need to support each individual tourist facilities, both need lodging, recreation, culinary, and is a requirement that the business needed a place to make it happen. In this case the need for the inn to be most important requirement for every individual, ideally an inn would require a strategic location, safe, comfortable and efficient place to live and ease of access anywhere. Airport area is a strategic location for tourists as it is close to the airport and other commercial buildings, whether residential, trade and services, public services, and so forth. Unfortunately, the current conditions showed the lack of lodging facilities of any kind in the region. These conditions limit the tourists to enjoy sightseeing or business activities. The problem can be solved by presenting a lodging facility in the form of three-star hotel in the SIM service that does not require vast land, but able to accommodate large numbers of tourists who come to the province, with convenient facilities and services. Land located in the Sultan Iskandar Muda Airport is a strategic place dibangunanya middle class accommodation in the form of three-star hotel plus as one of the standards of a luxury inn with the amenities hapir par with a five star hotel but at a cost much cheaper. Each specialty requires a level of efficient service and high security. For that we need the principles of green architecture, which is able to apply the concept of environmentally conscious design. Given the five-star hotel as a luxury inn, then the concept of green architecture into a reliable choice for the energy strategy. So we need several approaches to the study location, data retrieval, analysis of the region to understand the characteristics of the land, land potential, and other issues that support the design process. Not only that, the need to approach the study of literature and the literature of the building as well as similar theme, in order to strengthen the understanding and principles regarding the building and relevant themes, making it easy to identify the data required in planning and design. Keywords: Three-Star Hotel, Sultan Iskandar Muda Airport, Green Architecture.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERANCANGAN CITY HOTEL BINTANG LIMA DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR TROPIS (DITA SURAIYA, 2018)

PERANCANGAN CITY HOTEL DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR ISLAM (DESTRI WULANDA, 2017)

HOTEL BINTANG TIGA DI LINGKUNGAN BANDARA SIM (Farida Amelia , 2016)

PERANCANGAN HOTEL BINTANG LIMA DI BANDA ACEH, TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL (Cut Abrari, 2016)

HOTEL BINTANG LIMA DI BANDA ACEH (TEMA : ARSITEKTUR HIJAU) (Mukhlis Milad, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy