//

ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERITA RAKYAT DALAM BUKU HIKAYATOLOGI ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang CHAIRUL FAJAR - Personal Name

Abstrak/Catatan

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik cerita rakyat yang berkenaan dengan tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat dalam buku Hikayatologi Aceh. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah enam cerita rakyat Aceh yang terdapat dalam buku Hikayatologi Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tema yang terkandung dalam cerita rakyat Aceh bervariasi, yaitu cerita Gunung Meludah bertemakan perjuangan, cerita Sejarah Kampung Dakuta bertemakan keinginan untuk menjajah, cerita Muasal Burung Kuweut bertemakan kebencian dan kasih sayang, cerita Sejarah Putri Pukes bertemakan percintaan, cerita Nek Ni bertemakan anak durhaka, dan tema cerita Bubon adalah penyesalan. (2) keseluruhan cerita rakyat yang dianalisis menggunakan sudut persona ketiga, gaya “dia”. (3) Tokoh yang hadir dalam cerita rakyat ini secara umum ada dua jenis, yaitu tokoh protagonis dan tokoh antagonis. (4) Keenam cerita rakyat Aceh dalam buku Hikayatologi Aceh menggunakan alur maju. (5) Amanat yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut yaitu, cerita “Gunung Meludah” adalah jangan mudah percaya terhadap perihal apa yang kita lihat sebelum kita mengetahui tentang kebenarannya, cerita “Sejarah Kampung Dakuta” adalah kita harus waspada terhadap setiap pergerakan asing yang beraktivitas di lingkungan sekitar, cerita “Muasal Burung Kuweut” adalah dalam melakukan sesuatu kita harus memikirkan konsekuensi yang akan terjadi dari tindakan tersebut, cerita “Putri Pukes” adalah janji adalah hutang yang harus dilunasi, cerita “Nek Ni” adalah kesombongan dan keangkuhan adalah sifat tercela yang mendatangkan kerugian kepada orang yang bersifat demikian, cerita “Bubon” adalah tanggung jawab merupakan prinsip hidup yang harus dimiliki setiap orang. (6) Gaya bahasa yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut yaitu, majas sinisme terdapat dalam cerita “Muasal Burung Kuweut”, majas personifikasi terdapat dalam cerita “Bubon”, majas hiperbola terdapat dalam cerita “Nek Ni”. Kata kunci: Unsur Intrinsik, Cerita Rakyat

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SDN UNGGUL SIBREH ACEH BESAR (masdalena, 2014)

KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA RAKYAT SISWA KELAS V SD NEGERI 3 SABANG KECAMATAN SUKAKARYA KABUPATEN KOTA SABANG (Nuzul Rahmi, 2014)

ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN (Mutia Fazira, 2017)

MENENTUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN DUSUN DI LEMBAH SUNYI KARYA MUHAMMAD ALI KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BAKONGAN (Manzilah, 2013)

ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA (Cut Eva Syamsoeddin Putri, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy