//

EFEKTIVITAS EKSTRAK JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP LAJU KEMUNDURAN BEBERAPA VARIETAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL.)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Dewi Muetia Tasfa - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah tanaman pangan padi dan jagung. Konsumsi kedelai semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga keberadaannya menjadi salah satu faktor terpenting dalam industri pangan dan pakan. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai di daerah tropis adalah cepatnya kemunduran benih selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. Benih kedelai termasuk benih ortodok yang cepat mengalami kemunduran terutama jika kondisi lingkungan simpan kurang menguntungkan (sub optimum). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian senyawa antioksidan pada benih dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih melalui metode priming, yaitu metode inkubasi benih dengan menggunakan larutan tertentu. Antioksidan adalah substansi yang berperan untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel. Ekstrak jambu biji merah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang berperan menetralisir kemunduran pada benih yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varietas Dering merupakan varietas terbaik pada tolok ukur viabilitas dan vigor benih dan mampu mempertahankan viabilitasnya sebesar 70,27% yang berbeda nyata dengan varietas Detam 1 dan Mutiara 3. Ekstrak jambu biji merah terbaik dijumpai pada konsentrasi taraf 50% dan mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih sebesar 67,79% yang berbeda nyata dengan kontrol dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 0%, 25% dan 75%. Terdapat interaksi antara varietas dan konsentrasi ekstrak jambu biji merah yaitu pada varietas Dering dengan konsentrasi ekstrak jambu biji merah 75% pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum. Kata Kunci: Kedelai, jambu biji merah, antioksidan, kemunduran benih

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH BAHAN KEMASAN TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PADA JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) YANG DISIMPAN DI LEMARI PENDINGIN (UTARI ATIA PERTIWI, 2014)

PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) (Nova Hazliana, 2014)

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL DAUN JAMBU BIJI MERAH DAN DAUN DAUN JAMBU BIJI PUTIH (PSIDIUM GUAJAVA L.) TERHADAP ESCHERICHIA COLI (Hayatun Yulia, 2014)

PENGARUH UKURAN BENIH TERHADAP PRODUKSI, VIABILITAS DAN VIGOR DARI DUA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX [L.] MERRILL) (Al-Asrar, 2013)

TINGKAT MORTALITAS LARVA NYAMUK CULEX TERHADAP EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) DENGAN PELARUT ETANOL DAN AIR (Yuvi Suriyani, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy