//

ANALISIS PENYEBAB MUNCULNYA ISLAMOPHOBIA DI JERMAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang M. RIDHA FARLANDA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Jerman merupakan negara Barat dengan populasi Muslim terbanyak di Eropa dengan total 4.8 juta jiwa dan memiliki pengalaman menerima imigran dari negara-negara Islam selama 60 tahun, saat ini sekitar 19 persen dari populasi (15,3 juta orang) tinggal di Jerman memiliki latar belakang migrasi, berdasarkan garis keturunan, integrasi dan kewarganegaraan serta kebijakan Jerman terhadap imigran Muslim sudah sangat eksklusif dan terbatas. Sejak serangan bom di Paris, media berperan sangat besar dalam membangun Islamophobia di negara-negara Barat khususnya Jerman. Media menggambarkan Muslim sebagai teroris, pembunuh, orang gila, kriminal, bahkan pemicu perang, hampir 80 persen media di Jerman memberitakan hal-hal negatif tentang Islam, seperti memuat gambar atau ilustrasi yang tidak simpatik terhadap Islam. Islamophobia yang kini terjadi di Jerman berkaitan erat dengan media dan gagalnya politik multikulturalisme. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh konflik yang terjadi akibat Islamophobia di Jerman yang dipengaruhi oleh media dan gagalnya multikulturalisme serta mengetahui kebijakan apa saja yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi dan meminimalisir Islamophobia di Jerman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, dimana seluruh data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yang meliputi buku, buku elektronik, skripsi, thesis, artikel, jurnal dan berbagai berita yang memiliki hubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya konflik yang terjadi akibat Islamophobia yang dipengaruhi oleh media dan gagalnya multikulturalisme memunculkan konflik tersendiri, diawali oleh munculnya gerakan anti Islam, kemudian penyerangan di ruang publik, dan perusakan tempat ibadah, serta menjadi alat propaganda elit politik di Jerman. Kebijakan meminimalisir dan mengurangi, sejatinya sudah ada namun dalam implementasinya oleh pemerintah Jerman masih lemah. Pada akhirnya konflik yang terjadi akibat Islamophobia menimbulkan berbagai macam konflik seperti muncul gerakan anti-Islam, penyerangan di ruang publik, dan diskriminasi dalam pekerjaan. Namun pemerintah Jerman sejauh ini telah mengeluarkan kebijakan yang diharapkan dapat meminimalisir fenomena Islamophobia di Jerman. Kata Kunci: Jerman, Islamophobia, Media, Politik Multikulturalisme.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI AKADEMISI DAN ULAMA TERHADAPPERNYATAAN ISLAMOPHOBIA DALAM KAMPANYE DONALD TRUMP PADA PEMILIHAN PRESIDEN AMERIKA SERIKAT PERIODE 2017-2021 (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH) (SAHLAWATI, 2018)

PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DENGAN SATU PASANGAN CALON (Muhammad Fadil, 2016)

HUBUNGAN MENGKONSUMSI KOPI DENGAN MUNCULNYA SYMPTOM KECEMASAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH ANGKATAN 2012 (Ristia Janita Putri, 2016)

GAMBARAN TCD (TRANSCRANIAL DOPPLER) ARTERI CEREBRI MEDIA PASIEN DM TIPE II DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Akbar Eka Putra, 2014)

PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA LONGSOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 (Sy. Mutia Bazlina, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy