//

NON-DESTRUKTIVE TEST MENGGUNAKAN NIRS DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE UNTUK BUBUK BIJI KAKAO (DENGAN PRE-TREATMENT BASELINE SHIFT DAN DERIVATIF-2)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Desi Nanda Sari - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN International Cocoa Organization (ICCO) menyatakan bahwa Indonesia merupakan produsen biji kakao nomor tiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun Indonesia masih tertinggal terkait masalah mutu karena pengawasan mutu kakao seperti kadar lemak belum dilakukan secara intensif. Penjaminan mutu biji kakao melalui pengembangan metode pendugaan mutu yang cepat dan akurat menjadi kata kunci peningkatan daya saing ekspor biji kakao Indonesia ditingkat dunia. Pendeteksian mutu pangan yang cepat dan efisien dapat diwujudkan melalui pengembangan teknologi Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). NIRS telah menjadi salah satu metode non-destruktif yang paling menjanjikan dan dapat digunakan untuk analisis dalam berbagai bidang, termasuk dibidang pertanian. Keuntungannya adalah persiapan sederhana untuk sampel, proses deteksi cepat, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Membandingkan data spektrum antar pre-treatment Baseline shift dan Derivatif-2 dalam mengkoreksi spektrum NIRS yang dihasilkan. (2). Mengembangkan metode non-destructive NIRS dalam menduga kandungan lemak pada bubuk biji kakao. Penelitian ini menggunakan sampel biji kakao varietas lindak dari jember kemudian dijadikan dalam bentuk bubuk dengan cara dihancurkan menggunakan blender dan diayak dengan menggunakan ayakan 24 mesh. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 sampel terdiri dari 15 sampel non fermentasi dan 15 sampel yang difermentasi. Selanjutnya bubuk biji kakao dilakukan pengambilan spektrum NIRS dengan 10 gr per sampel menggunakan alat FT-IR IPTEK T-1516. Sedangkan model kalibrasi untuk analisis kuantitatif menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan dibantu pretreatment baseline shift dan derivatif-2. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode NIRS menggunakan preatreatment baseline shift dan derivatif-2 pada panjang gelombang 2300-2400 nm merupakan panjang gelombang yang relevan untuk menduga kadar lemak pada bubuk biji kakao. Pendugaan PLS yang didukung pretreatment telah menghasilkan pendugaan yang tergolong good model performance. Pada pendugaan kadar lemak yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja PLS pada validasi silang adalah baseline shift yang menghasilkan nilai koefisien korelasi yang tinggi yaitu 0,91, koefisien determinasi (R2) yang bagus yaitu 0,84, nilai error (RMSECV) yang paling kecil yaitu 0,90, nilai dRMSE yang bagus yaitu 0.12 dan nilai RPD yang cukup besar yaitu 2.48.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KOMPARASI METODE KOREKSI SPEKTRUM NIRS (DE-TRENDING DAN DERIVATIVE KE-2) UNTUK PENENTUAN KADAR AIR BUBUK BIJI KAKAO (Masdar, 2016)

PENENTUAN KADAR LEMAK SECARA NON- DESTRUKTIF PADA BUBUK BIJI KAKAO (BERBASIS NIRS-PARTIAL LEAST SQUARE) DENGAN MENERAPKAN METODE MEAN NORMALIZATION DAN DE- TRENDING (Muaida Alfia, 2016)

PREDIKSI KADAR AIR BUBUK BIJI KAKAO MENGGUNAKAN NIRS DENGAN METODE PLS (DENGAN PRE-TREATMENT DERIVATIVE KE-1 DAN MEAN CENTERING) (Cut Multin Ulva, 2016)

KLASIFIKASI CEPAT DAN NON-DESTRUKTIF BUBUK BIJI KAKAO BERDASARKAN TINGKAT FERMENTASI MENGGUNAKAN NEAR INFRARED REFLECTANCE SPECTROSCOPY (Rita Zahara , 2016)

PENGARUH PEMERAMAN DAN FERMENTASI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP MUTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERMUKAAN RESPON (Muhammad Rivan Nasser, 2013)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy