//

PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN KONFLIK GAJAH-MANUSIA TERHADAP KONSERVASI GAJAH DAN HABITATNYA DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR.

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Putri Hilmayanti - Personal Name

Abstrak/Catatan

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu kekayaan fauna Indonesia yang termasuk satwa langka dan di khawatirkan akan punah. Hilangnya habitat, terjadinya degradasi, fragmentasi habitat dan juga eksploitasi sumber daya akibat aktivitas manusia mengakibatkan tidak tersedianya habitat untuk satwa liar. Fragmentasi habitat sering menyebabkan satwa liar kehilangan habitat aslinya. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan ganggguan habitat dan tingkat kerusakan yang disebabkan Gajah Sumatera, (2) mengetahui persepsi masyarakat sekitar kawasan konflik gajah-manusia terhadap konservasi gajah dan habitatnya di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar dan (3) mengetahui perbedaan persepsi masyarakat yang pernah terkena konflik dengan masyarakat yang tidak pernah terkena konflik gajah-manusia terhadap konservasi dan habitatnya di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan subjek proportional sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lembah Seulawah kabupaten Aceh Besar pada bulan Mei 2016. Pengumpulan data dengan angket dan wawancara. Analisis gangguan habitat Gajah Sumatera dengan menggunakan persentase. Analisis tingkat kerusakan dengan skala mutu, dan uji hipotesis dengan Chi-kuadrat. Hasil penelitian adalah (1) Gangguan habitat di perkebunan masyarakat Kecamatan Lembah Seulawah antara 0,5% - 2%, dan tingkat kerusakan habitat di Gampong Panca dan Gampong Teuladan kategori sedang, sedangkan di Gampong Lamkubu kategori ringan (2) Persepsi masyarakat di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar setuju apabila dilakukan konservasi gajah dan (3) Hasil uji chi-kuadrat adalah X2 hitung > X2tabel, (35,54 > 16,9) dan Ho diterima. Kesimpulan adalah (1) Gangguan habitat tertinggi pada perkebunan dan tingkat kerusakan dikategorikan dalam kategori sedang dan ringan, (2) Persepsi masyarakat terhadap konflik gajah-manusia terhadap konservasi di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar yaitu mendukung konservasi Gajah Sumatera dan (3) Tidak terdapat perbedaan persepsi masyarakat yang pernah terkena konflik dengan masyarakat tidak pernah terkena konflik gajah-manusia di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN INTENSITAS DAN FREKUENSI KONFLIK ANTARA GAJAH DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN KAWAY XVI KABUPATEN ACEH BARAT (Ratu Diana Maisurah, 2017)

ANALISIS KONFLIK MANUSIA DENGAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS)DI KECAMATAN PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR (Fahmy Armanda, 2017)

KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) SAREE, ACEH BESAR (ayu andella agustina, 2016)

PENGARUH KEBISINGAN SUARA TERHADAP PERILAKU ANTI-PREDATOR GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT KONSERVASI GAJAH (PKG) SAREE KABUPATEN ACEH BESAR (ANISA SHABRINA, 2018)

PEMERIKSAAN KEBERADAAN TELUR DAN LARVA NEMATODA PASCA PEMBERIAN ANTHELMINTIK PADA GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI CONSERVATION RESPONSE UNIT (CRU) SAMPOINIET ACEH JAYA (Syafriza Harlianda, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy