//

STATUS AIR TANAH PADA BEBERAPA JENIS TANAH DI KEBUN KOPI KABUPATEN ACEH TENGAH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang khairun purgawa - Personal Name

Abstrak/Catatan

Khairun Purgawa 1005101050094. Status Air Tanah Pada Beberapa Jenis Tanah Di Kebun Kopi Kabupaten Aceh Tengah. Dibawah bimbingan Darusman sebagai Pembimbing Utama dan Syamaun A.Ali sebagai Pembimbing Anggota. Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terletak di dataran tinggi Gayo. Alam Kabupaten Aceh Tengah dikategorikan sangat subur yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman pertanian terutama tanaman kopi. Data mengenai kelembaban air tanah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan potensi tanah untuk tanaman kopi. Tanaman kopi sudah diketahui cocok dikembangkan di Kabupaten Aceh Tengah. Namun, informasi mengenai status air tanah pada jenis tanah tertentu belum ada, meskipun ketersediaan air dapat diupayakan dengan adanya irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status air tanah di tiga jenis tanah pada kebun kopi di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif, yang didasari pada hasil pengamatan lapangan dan hasil analisa sampel tanah. Sedangkan sampel tanah yang diambil pada lokasi penelitian dianalisa pada laboraturium. Adapun kriteria yang diamati dilaboraturium meliputi: tekstur, porositas, permeabilitas, kapasitas lapang, titik layu permanen, dan penetapan bahan organik tanah. Hasil penelitian dari persentase air tanah Andisol budidaya kopi memiliki nilai ketersediaan air sebesar 9,70 cm3cm-3Andisol non budidaya memiliki nilai sebesar 16,31 cm3cm-3. Ultisol budidaya kopi memiliki nilai kadar air tersedia 9,50 cm3cm-3, sedangkan Ultisol non budidaya 19,85 cm3cm-3. Inceptisol budidaya memiliki nilai kadar air sebesar 7, 23 cm3cm-3 sedangkan Inceptisol non budidaya sebesar 14,97 cm3cm-3. Hasil peneltian menunjukan bahwa diantara 3 jenis tanah yang diteliti nilai air tersedia tertinggi terdapat pada tanah Ultisol yang didominasi oleh hutan. Namun tanah Andisol memiliki nilai ketersediaan air yang lebih stabil, hal ini dapat dilihat dari nilai kadar air tersedia yang tidak jauh berbeda antara tanah terganggu dan tak terganggu. Sedangkan jenis tanah lainnya yaitu Ultisol dan Inceptisol hanya memiliki air tersedia yang tinggi pada tanah hutan saja. Jika dikaitkan dengan ketersediaan air pada tanaman kopi Andisol merupakan tanah yang paling cocok karena kandungan air tanahnya pada kedua lokasi yang berbeda.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMBERIAN LIMBAH KOPI, EM-4 DAN MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA GAYO-1 (COFFEA ARABICA L.) (DJODI HARCU SANTOSO, 2014)

KARAKTERISASI KIMIA TANAH DAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN KERING KABUPATEN PIDIE DAN BIREUEN (Maulia Rahmat Husni, 2016)

APLIKASI BIOCHAR DAN KOMPOS RNKULIT KOPI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DAN HASIL TANAMAN KENTANG RN(SOLANUM TUBEROSUM L.) (Darwin Effendi, 2014)

ANALISIS LOGAM BERAT MERKURI (HG) DAN KADMIUM (CD) DALAM TANAH DENGAN METODE SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (WINDA SAPUTRI, 2018)

PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy