//

EVALUASI STANDAR KEBUTUHAN TULANGAN PADA KOLOM BETON BERTULANG

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NAZIMAH - Personal Name

Abstrak/Catatan

Provinsi Aceh berada pada wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi. yang dapat mengakibatkan banyak kerugian, terutama pada kerusakan infrastruktur bangunan. Maka dari itu, dalam mendesain sebuah bangunan gedung, sangat penting diperhatikan kekuatan dari elemen utama struktur bangunan tersebut. Kolom adalah salah satu bagian yang sangat berpengaruh terhadap kekuatan sebuah bangunan, karena kolom adalah salah satu elemen struktur bangunan. Dalam rangka efektifitas dan efisiensi anggaran sebuah bangunan, estimasi biaya perlu dianalisis dengan baik. Estimasi anggaran biaya suatu bangunan dapat dilakukan dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013. Untuk kolom beton bertulang, terdapat 2 (dua) pola analisis yang menggabungkan semua kebutuhan material termasuk tulangan, yaitu kebutuhan tulangan dinyatakan sebesar 158 kg/m3 beton dan sebesar 315 kg/m3 beton. AHSP ini berpedoman pada SNI 7394:2008. Hal ini dapat menimbulkan masalah serius terhadap keakuratan estimasi anggaran biaya sebuah bangunan, mengingat beragamnya desain komponen struktur setiap bangunan dikarenakan letak geografis dan fungsi bangunan. Diperlukan suatu kajian yang lebih rinci untuk dapat menjawab permasalahan ini. Penelitian ini dilakukan agar dapat memberi informasi sejauh mana standar AHSP tesrsebut dapat digunakan dalam menghitung biaya. Proses penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder berupa gambar desain bangunan dan rincian anggaran biaya, untuk setiap zona 10 dan zona 15 berdasarkan peta gempa SNI 1726:2012. Dari hasil analisis diperoleh informasi kebutuhan aktual tulangan kolom beton bertulang di zona 10 bangunan pendidikan, hunian dan kantor pada lantai 1 memiliki rasio rata-rata sebesar 280,17 kg/m3 beton, pada lantai 2 sebesar 254,33 kg/m3 beton, dan pada lantai 3 sebesar 305,04 kg/m3 beton. Di zona 15 dengan bangunan yang sama pada lantai 1 memiliki rasio rata-rata sebesar 222,05 kg/m3 beton dan pada lantai 2 sebesar 223,21 kg/m3 beton. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rasio kebutuhan tulangan kolom di zona 10 dan zona 15 lebih besar dari standar AHSP 158 kg/m3 beton (tidak dapat digunakan dalan menghitung biaya), dan lebih kecil dari standar AHSP 315 kg/m3 beton (dapat digunakan dalam menghitung biaya) tetapi terlalu boros dalam perencanaan. Kata kunci : konstruksi gedung, kolom beton bertulang, kebutuhan tulangan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA KEBUTUHAN TULANGAN KOLOM LANTAI II PADA BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DI ACEH (M FITRA SAIFUNA, 2018)

ANALISA KEBUTUHAN TULANGAN PADA BANGUNAN SEKOLAH SDN 1 PAGAR AIR KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (ALIEF FARHAN, 2018)

ANALISA KEBUTUHAN TULANGAN KOLOM LANTAI I PADA BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DI PROVINSI ACEH (Khaldun, 2018)

ANALISA KEBUTUHAN TULANGAN SLOOF PADA BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DI PROVINSI ACEH (DONI ANDRA PRATAMA, 2018)

EVALUASI STANDAR KEBUTUHAN TULANGAN PADA KOLOM BETON BERTULANG (NAZIMAH, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy