//

STUDI KASUS TERHADAP PENETAPAN MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH NOMOR 169/PDT.P/2013/MS-BNA TENTANG PENGESAHAN NIKAH SIRI

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ADE RIZKI ANANDA - Personal Name

Abstrak/Catatan

i ABSTRAK ADE RIZKI ANANDA, STUDI KASUS TERHADAP PENETAPAN 2016 MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH NOMOR 169/PDT.P/2013/MS-BNA TENTANG PENGESAHAN NIKAH SIRI Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v.55). pp., bibl., app. (Ishak, S.H.,M.H.) Menurut ketentuan Pasal 7 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam (KHI), itsbat nikah atau pengesahan perkawinan hanya dapat dilakukan berkenaan dengan; (a) adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian; (b) hilangnya Akta Nikah; (c) adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan; (d) adanya perkawinan yang terjadi sebelum Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan; (e) perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki halangan perkawinan menurut Undangundang Nomor 1 Tahun 1974. Namun dalam praktiknya terdapat pengajuan permohonan itsbat nikah siri dan disahkan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dengan penetapan nomor 169/Pdt.P/2013/Ms-Bna di mana perkawinan tersebut terjadi setelah berlakunya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan dasar pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam penetapan Nomor 169/Pdt.P/2013/MS-Bna melakukan pengesahan nikah siri dan menjelaskan akibat hukum yang timbul terhadap pengesahan nikah siri. Untuk memperoleh data dalam penulisan studi kasus ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari serta menganalisa ketentuan perundang-undangan, buku-buku teks, jurnal dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan perkara dan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai informan yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis putusan Mahkamah Syar’iyah Nomor 169/PDT.P/2013/MS-BNA pertimbangan yang digunakan oleh hakim ketika mengabulkan perkara itsbat nikah yaitu untuk kemaslahatan keluarga dengan melindungi kepentingan anak yang lahir dari pasangan siri tersebut. Dasar hukum yang digunakan berupa bukti-bukti surat yang diperkuat dengan fakta dalam persidangan, serta melihat ketentuan Pasal 7 ayat (3) huruf (e) Kompilasi Hukum Islam dan ketentuan hukum Syara’. Dikabulkannya itsbat nikah menimbulkan akibat hukum kepada pihak terkait yang mana tidak didapatkan ketika pernikahan belum disahkan, antara lain adanya kejelasan status perkawinan dan status anak, serta timbulnya hak dan kewajiban terhadap suami, isteri, anak, harta. Anak berhak memperoleh akta kelahiran serta berhak menjadi ahli waris dari orangtuanya. Masyarakat agar tidak hanya melangsungkan perkawinan dengan melihat aspek hukum Islam saja, tetapi juga mempertimbangkan aspek-aspek hukum negara. Pemerintah juga untuk lebih aktif mensosialisasikan pentingnya pencatatan perkawinan. Selain itu, kepada para hakim agar lebih selektif dalam memutuskan suatu perkara terutama mengabulkan permohonan itsbat nikah. ii KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Puji dan syukur Alhamdulillah dipanjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberi nikmat hidup bagi umat manusia dan karena rahmat serta kemudahan dari-Nya penulis dapat menyelesaikan studi kasus yang berjudul “STUDI KASUS TERHADAP PENETAPAN MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH NOMOR 169/PDT.P/2013/MS-BNA TENTANG PENGESAHAN NIKAH SIRI”. Shalawat beriring salam tidak lupa dihantarkan ke pangkuan Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang dirasakan sekarang ini. Penulisan studi kasus ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penulisan studi kasus ini tidak mungkin berhasil diselesaikan tanpa kesempatan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Ishak, S.H., M.H., selaku dosen pembimbing skripsi ini yang telah membantu untuk meluangkan waktunya, memberikan bimbingan dan arahan serta nasehat-nasehat yang sangat berguna dalam menyelesaikan penulisan studi kasus ini. iii 2. Bapak Dr. Dahlan, S.H., M.Hum. selaku dosen wali saya yang telah banyak memberikan nasehat-nasehat demi menunjang prestasi saya di perkuliahan. 3. Ibu Kadriah, S.H., M.Hum. selaku Ketua Bagian Hukum Keperdataan. 4. Bapak Indra Kusuma Hadi, S.H., M.H selaku Sekretaris Bagian Hukum Keperdataan. 5. Dosen Pengajar Bagian Hukum Keperdataan dan seluruh Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala yang telah mendidik dan memberikan ilmu dengan tulus dan ikhlas. 6. Bapak Prof. Dr. Faisal A.Rani, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. 7. Seluruh karyawan akademik dan administrasi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. 8. Pihak Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Bapak Hakim Drs. Ahmad Zaini Dahlan dan Bapak Hakim Drs. Syamsyul Bahri, S.H., Eka Azmiyadi, S.H. dari KomnasHam, Tokoh Agama Bapak Tengku. H. Faisal Ali, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh serta tokoh agama Bapak Drs, Agustin Hanafi, Lc.Ma., Dosen UIN Ar-Raniry yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan masukan dan jawaban terhadap wawancara yang telah dilakukan. 9. Sahabat-sahabat penulis, Cici, Kova, Sinta, Sugi, Molin, Nurul, Evi, Nurul Aulia yang selama ini selalu setia menemani penulis dalam keadaan suka dan duka serta teman-teman fakultas hukum angkatan 2010. iv Ucapan terkhusus penulis ucapkan kepada Ayahanda H.L.Mustafa Nasution, S.H., M.H. dan Salamah Rosmawati Siregar S.H., yang telah melahirkan dan membesarkan penulis dengan kasih sayang, perhatian, kesabaran dan pengertian serta mendidik penulis dari kecil hingga kini, juga teruntuk abang Faisal Afif Nst, S.H., serta adik Rahmayani Safitri Nst, Amd. Semoga studi kasus ini dapat bermanfaat dan disadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan karya-karya selanjutnya. Akhirnya kepada ALLAH SWT jugalah kita berserah diri, karena tidak ada satupun yang dapat terjadi jika tidak atas kehendak-Nya, semoga bantuan dan kebaikan dari semua pihak dapat menjadi amal shaleh. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. Banda Aceh, Agustus 2016 Penulis ( Ade Rizki Ananda ) NIM. 1003101010304

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PELAKSANAAN PUTUSAN JARIMAH MAISIR MENURUT QANUN NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG HUKUM ACARA JINAYAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR'IYAH JANTHO) (Muhammad Fadhil, 2017)

STUD KASUS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR'IYAH BANDA ACEH NOMOR 0200/PDT.G/2015/MS-BNA TENTANG HAK ASUH ANAK OLEH AYAH SETELAH PERCERAIAN (SAIFUL RAHMAN, 2018)

STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR’IYAH SIGLI NOMOR 59/PDT.G/2013/MS-SGI TENTANG SENGKETA HARTA BERSAMA. (Nova Ramadhani. S, 2017)

PERMOHONAN PENETAPAN WALI HAKIM DI MAHKAMAH RNSYAR’IYAH JANTHORN(SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR) (KHAIRUN NISA, 2015)

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH SYAR’IYAH LHOKSUKON NOMOR 43/PDT.G/2011/MS-LSK TENTANG PENERAPAN ASAS NEBIS IN IDEM (T. Nanda Aditya Munandar, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy