//

TINDAK PIDANA MENJUAL BARANG DAGANGAN YANG TIDAK SESUAI TIMBANGAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Hasyimi Pradana - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Hasyimi Pradana, TINDAK PIDANA MENJUAL BARANG 2016 DAGANGAN YANG TIDAK SESUAI TIMBANGAN Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (v, 53) pp, bibl, tabl. (Ainal Hadi, S.H., M.Hum) Dalam Pasal 30 Undang-Undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal yang menyebutkan: Dilarang menjual, menawarkan untuk dibeli, atau memperdagangkan dengan cara apapun juga, semua barang menurut ukuran, takaran, timbangan atau jumlah selain menurut ukuran yang sebenarnya, isi bersih, berat bersih atau jumlah yang sebenarnya. Dimana ketentuan pidananya dicantumkan dalam Pasal 32 ayat 2 dengan Undang-Undang yang sama berbunyi: barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 30 dan Pasal 31 Undang-undang ini dipidana penjara selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Namun dalam kenyataannya masih ada pedagang yang menjual barang dagangan yang tidak sesuai dengan timbangan dengan berbagai modus operandi di pasar teblang Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah Untuk menjelaskan faktor penyebab pedagang menjual dagangan yang tidak sesuai timbangan, untuk menjelaskan modus operandi yang dilakukan pedagang terhadap timbangan, untuk menjelaskan upaya yang dilakukan untuk penanggulangan terhadap pedagang yang mengubah timbangan. Untuk mendapatkan hasil penelitian ini, maka digunakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu, diperoleh dari mempelajari buku-buku, pendapat para sarjana, dan peraturan perundang-undangan. dan data primer diperoleh dari penelitian lapangan (field research) yaitu, didapat dengan cara mewawancarai responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab pedagang melakukan penyalahgunaan timbangan yaitu, faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor kurangnya pengawasan pemerintah, serta faktor pendidikan. Modus operandi yang dilakukan oleh pedagang, menempelkan magnet pada timbangan, menempelkan besi pada timbangan, mengubah posisi tuas timbangan, dan barang yang di jual tidak ditimbang di depan pembeli. Upaya penanggulang yang dilakukan yaitu, upaya preventif, menghimbau masyarakat agar melapor ke Disperindagkop apabila mengetahui pedagang melakukan penyalahgunaan timbangan, melakukan sosialisasi, melakukan inspeksi mendadak, dan penyitaan timbangan, upaya represifnya , memberi “denda” (sanksi denda ini tidak diatur di dalam undang-undang) terhadap pedagang yang melakukan penyalahgunaan timbangan. Disarankan kepada pembeli harus pintar, cermat, dan teliti dalam membeli barang dagangan. Disperindagkop harus sering inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, dan Disperindagkop harus memperoses pedagang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN PIDANA DENDA PENGGANTI KURUNGAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI BANDA ACEH) (Rini Mihartika, 2017)

PELELANGAN KAYU SITAAN HASIL TINDAK PIDANA PERUSAKAN HUTAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI JANTHO) (Irsan Saputra, 2016)

TINDAK PIDANA PENGRUSAKAN BARANG YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (, 2017)

TINDAK PIDANA PEMERASAN YANG DILAKUKAN DENGAN PENGANCAMAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (Ryan Firnanda, 2017)

DISPARITAS PUTUSAN PIDANA TAMBAHAN TERHADAP PERAMPASAN BARANG BUKTI MILIK PIHAK KETIGA DALAM TINDAK PIDANA KEHUTANAN (CUT ANGGIYA FITRI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy