//

PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIR DAN TEKANAN PENGEPRESAN TERHADAP KUALITAS BRIKET BIOARANG TEMPURUNG KEMIRI DAN KULIT ASAM JAWA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Cut Dewi Afriani - Personal Name

Abstrak/Catatan

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi tekanan pengepresan dan ukuran butir terhadap kualitas briket bioarang tempurung kemiri dan kulit asam jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas briket bioarang tempurung kemiri dan kulit asam jawa berdasarkan uji nilai kalor, lamanya pembakaran, lamanya pendidihan air, kadar air, porositas , kadar asap dan nilai efisiensi serta melihat pengaruh variasi tekanan pengepresan dan ukuran butirnya. Pada pembuatan briket arang dari tempurung kemiri digunakan tekanan pengepresan sebesar 4 ton, 5 ton dan 6 ton dengan ukuran butir 20 mesh, 40 mesh dan 60 mesh. Pembuatan arang dilakukan dengan cara karbonisasi dengan menggunakan furnace dengan suhu sebesar 500 oC selama 2 jam. Pengeringan briket dilakukan dengan menggunakan oven selama 24 jam. Briket yang dihasilkan berbentuk silinder dengan diameter 3 cm dan tinggi 10 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kadar air terendah diperoleh pada tekanan pengepresan 6 ton dengan ukuran butir 40 mesh sebesar 7,2% dan persentase kadar air tertinggi diperoleh pada tekanan pengepresan 4 ton dengan ukuran butir 20 mesh sebesar 26,8%. Persentase porositas yang tertinggi berada pada tekanan pengepresan 4 ton dan ukuran butir 20 mesh sebesar 51,43% dan porositas terendah berada pada tekanan pengepresan 6 ton dan ukuran butir 60 mesh sebesar 5,85%. Nilai kalor tertinggi berada pada tekanan pengepresan 6 ton dengan ukuran butir 60 mesh sebesar 3350 kal dan nilai kalor terendah berada pada tekanan pengepresan 4 ton dengan ukuran butir 20 mesh sebesar 350 kal. Lama pembakaran tertinggi berada pada tekanan pengepresan 6 ton dengan ukuran butir 60 mesh sebesar 12 menit 25 detik dan lama pembakaran terendah berada pada tekanan pengepresan 4 ton dengan ukuran butir 20 mesh sebesar 5 menit 11 detik. Kadar asap tertinggi berada pada tekanan pengepresan 4 ton, 5 ton dan 6 ton pada ukuran butir 20 mesh. Sedangkan kadar asap terendah berada pada tekanan pengepresan 4 ton, 5 ton dan 6 ton pada ukuran butir 60 mesh. Nilai efisiensi pembakaran briket yang dihasilkan adalah sebesar 40,29%.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

EFEK PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET BIOARANG TEMPURUNG KEMIRI DAN KULIT ASAM JAWA (Ratna Maulina, 2016)

PENGUJIAN NILAI KALORI BRIKET BATUBARA CAMPUR BIOARANG SEKAM PADI DAN TEPUNG KANJI SEBAGAI BAHAN PEREKAT (Dedi Mutriadi, 2018)

PEMBUATAN BRIKET MODIFIKASI BERBASIS SERBUK KAYU (Nela Wirja, 2014)

UJI PERFORMANSI ALAT PENGEMPA BRIKET SEMI MEKANIS TIPE KEMPA ULIR (FAKHRURRAZI, 2015)

PENGARUH ADISI SEKAM PADI TERHADAP NILAI KUALITAS BRIKET BATUBARA MUTU RENDAH DI ACEH BARAT (Rizki Andikha R, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy