//

PERSEPSI PEMUDA TERHADAP KEPEMIMPINAN POLITISI PARTAI ACEH DI LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF (STUDI TERHADAP ORGANISASI KEPEMUDAAN DI KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MUNAWAR - Personal Name

Abstrak/Catatan

Partai Aceh adalah salah satu partai politik lokal di Aceh yang tercantum dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006 tentang partai politik lokal. Kepemimpinan lembaga eksekutif dan legislatif dikuasai oleh politisi Partai Aceh sejak tahun 2009 sampai sekarang, sehingga menimbulkan berbagai persepsi masyarakat dan pemuda secara khusus terhadap kepemimpinan politisi Partai Aceh. Untuk menganalisis permasalahan dalam skripsi ini menggunakan teori interaksionisme simbolik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi pemuda terhadap kepemimpinan politisi Partai Aceh di lembaga eksekutif dan legislatif. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan politisi Partai Aceh di lembaga eksekutif dan legislatif belum sesuai dengan harapan masyarakat Aceh, karena belum mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan disisi lain, Aceh memperoleh otonomi khusus (Otsus) yang anggarannya sangat besar. Serta adanya ketidakharmonisan antara Gubernur dan Wakil Gubernur, sehingga visi misi utama saat mereka mencalonkan diri tidak terealisasikan secara keseluruhan. Sedangkan di legislatif sangat sedikit menghasilkan produk hukum, padahal 29 kursi dari 81 kursi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) diduduki oleh pemimpin politisi Partai Aceh. Kepemimpinan politisi Partai Aceh yang memimpin di eksekutif dan legislatif dinilai belum mampu sepenuhnya merealisasikan butir-butir yang ada dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006. Kepemimpinan politisi Partai Aceh harus mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik, produktif, terbuka tidak eklusif, dan fokus dalam mensejahterakan masyarakat, serta merealisasikan butir-butir yang tercantum dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006. Kepemimpinan politisi Partai Aceh harus menggunakan pola komunikasi yang baik. Partai Aceh harus membuka ruang dan merekrut pemuda-pemuda Aceh agar terbentuk kader-kader partai yang berkualitas dengan gagasan dan ide-ide membangun agar mampu menjawab persoalan Aceh. Kata Kunci : Persepsi, Pemuda, Kepemimpinan, Partai Aceh

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

DUKUNGAN, KEPERCAYAAN, KEPUASAN, NIAT UNTUK MENINGGALKAN DAN PERILAKU KEWARGAAN PADA ORGANISASI KEPEMUDAAN KOTA BANDA ACEH (SYAI RAZI, 2016)

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM JABATAN PUBLIK (DESTYA DARSIANA, 2016)

PERKEMBANGAN ORGANISASI PEMUDA PANCASILA DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 1984-2016 (Syahrul Indra, 2017)

PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KINERJA ANGGOTA LEGISLATIF KABUPATEN ACEH UTARA DARI PARTAI ACEHRN(SUATU PENELITIAN DI ACEH UTARA) (Samsul Bahri, 2015)

POLA REKRUTMEN PARTAI NASDEM KOTA LHOKSEUMAWE TERHADAP KANDIDAT CALON ANGGOTA LEGISLATIF PADA PEMILU LEGISLATIF 2014 (MUHAMMAD REZA, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy