//

ABREVIASI DALAM BAHASA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Zahran Zikra - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Zikra, Zahran. 2016. Abreviasi dalam Bahasa Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs. Saifuddin Mahmud, M.Pd., (2) Azwardi, S.Pd., M.Hum. Kata kunci: abreviasi,bahasa Aceh Penelitian ini berupaya mengungkapkan abreviasi dalam bahasa Aceh. Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian inibertujuan mengkaji bentuk abreviasi dalam bahasa Acehdan proses pembentukan abreviasi dalam bahasa Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari tuturan bahasa Aceh dialek Peusangan. Sumber data penelitian ini adalah penutur bahasa Aceh dialek Peusangan di Kecamatan Peudada, Kecamatan Kota Juang, dan Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, cakap, dan introspeksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, dan cakap bersemuka. Agar hasil penelitian terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu rekam berupa tape recorder dan alat tulis. Adapun data yang diperoleh dari penelitian berjumlah 155 data. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat empat bentuk abreviasi dalam bahasa Aceh. Adapun empat bentuk abreviasi tersebut terdiri atas (1) penggalan, (2) kontraksi, (3) akronim, dan (4) singkatan. Bentuk penggalan terdiri atas (a) penggalan suku akhir kata, (b) penggalan dua suku kata, (c) penggalan kata, dan (d) pelesapan sebagian kata. Bentuk singkatan terdiri atas singkatan satu huruf awal dan singkatan beberapa huruf. Bentuk-bentuk abreviasi tersebut mengalami beberapa proses pembentukan. Berdasarkan hasil analisis dan klasifikasi, penggalan suku akhir kata terbentuk karena adanya penghilangan suku awal katabu-, la-,geu-,seu-,si-, teu-,cu-,cut-,jeu-, ma-, tu-, suku kata yang berawal dengan konsonan /d/, dan fonem awal kata /a/ dan /i/. Pengekalan sebagian kata terbentuk karena adanya penghilangan fonem di bagian tertentu kata berdasarkan bentuk pelesapan. Pelesapan konsonan di awal kata terbentuk karena adanya penghilangan konsonan /b/, /g/, /l/, /d/, /s/, /j/, dan /w/ di awal kata. Pelepasan fonem di tengah kata terbentuk karena adanya penghilangan vokal tengah /eu/ dan /u/ serta konsonan tengah /r/, /m/, /h/, /d/, dan /t/. Pelesapan vokal /eu/ setelah konsonan pertama kata terbentuk karena adanya penghilangan vokal /eu/ setelah konsonan pertama /b/, /g/, /p/, /k/, /c/, /j/, /m/, /s/, dan /t/. Akronim terbentuk karena adanya pengekalan pengekalan suku pertama dari tiap komponen, pengekalan empat huruf pertama komponen pertama dan suku terakhir komponen kedua, dan pengekalan berbagai huruf dan suku kata yang sukar dirumuskan. Singkatan terbentuk karena adanya pengekalan huruf pertama kata dan pengekalan beberapa huruf yang takberaturan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMBUATAN APLIKASI PEMBELAJARAN KAMUS GAMBAR BAHASA ACEH MENGGUNAKAN VB.NET (ima marhamah, 2014)

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PERIBAHASA GAYO (Reduk Mawati, 2017)

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM MELENGKANPADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO ACEH TENGAH (Anggun Hayati Rahman , 2016)

PREFERNSI KECOA (BLATTODEA) TERHADAP JENIS UMPAN DAN MIKROHABITAT PADA RUMAH MAKAN DI DARUSSALAM (Miftahul Jannah, 2014)

PENGUNAAN BAHASA ASING DALAM KARANGAN BEBAS PADA MAJALAH POTRET (Khairunnisak, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy