//

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN SANKSI ADAT SESUAI TRADISI DIYAT (DIET) GAMPONG ( SUATU PENELITIAN DI DESA LAMPASEH LHOK KECAMATAN MONTASIK,ACEH BESAR )

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nurlela - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Kata Kunci : Persepsi masyarakat, sanksi adat diyat (Diet) gampong Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Sanksi Adat Sesuai Tradisi Diyat (Diet) Gampong (Suatu penelitian di desa Lampaseh Lhok kecamatan Montasik, Aceh Besar)”. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan sanksi adat sesuai tradisi diyat (Diet) Gampong. (2) Apa sajakah sanksi-sanksi adat yang dijatuhkan bagi pelanggar adat sesuai tradisi diyat (Diet) Gampong. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan sanksi adat sesuai tradisi diyat (Diet) Gampong, (2) Untuk mengetahui sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada pelanggar adat sesuai tradisi diyat (Diet) Gampong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Lampaseh Lhok berjumlah 8 informan. Penentuan Subjek Penelitian menggunakan Snawball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan (1) Persepsi masyarakat dengan pelaksanaan sanksi adat diyat (Diet) merupakan suatu tradisi yang baik untuk dijalankan, karena dengan adanya pelaksanaan Diet masyarakat tidak semena-mena dan takut membuat keonaran didesa, selain itu juga suatu tindakan dengan tujuan mengembangkan adat istiadat. (2) Sanksi yang dijatuhkan bagi pelanggar adat merupakan pembayaran dalam bentuk emas, hewan ternak serta uang, biasanya dua mayam emas dan satu ekor kambing. Disarankan kepada tokoh masyarakat agar dalam menjatuhkan sanksi adat melihat taraf persengketaan serta bersiap siaga dalam menjatuhkan sanksi sesuai semestinya, sehingga adat terus tumbuh dan berkembang dalam sosial masyarakat. Bagi warga agar lebih memahami nilai adat dan lebih memahami makna penjatuhan sanksi, sehingga tidak semena-mena dalam penuntutan pembayaran sanksi adat Diet. Dan kepada peneliti lanjutan agar kedepannya yang berkaitan dengan sikap sosial agar dapat mengkaji lebih dalam untuk mengungkapkan hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian ini.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASIRN(SUATU PENELITIAN DI DESA LAMPASEH KRUENG KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR) (Dessi Ulandari, 2014)

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAMRNPEMBANGUNAN GAMPONGRN(STUDI KASUS DI LAMPASEH ACEH KEC. MEURAXA PERIODE 2009-2014 DI KOTA BANDA ACEH) (husna, 2014)

PERANAN PANGLIMA LAOT LHOK DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAUT BERBASIS ADAT DI KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR (ZAITUN MUNAR, 2018)

TRADISI KHANDURI APAM PADA MASYARAKAT ADAT GAMPONG REUSAK KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT (KHUSNA BORU TUMEANG, 2018)

EKSISTENSI TRADISI MEUROH DI GAMPONG ALUE TRIENGGADENG KECAMATAN LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (Khairil Anwar, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy