//

GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rismanidar - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Nama : Rismanidar Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Fakultas : Kedokteran Gigi Judul : Gambaran Laju Aliran Saliva Pada Pasien Asma Pengguna Inhaler Beta-2 Agonis dan atau Kombinasi Kortikosteroid Berdasarkan Dosis dan Lama Penggunaan Asma adalah kondisi peradangan kronis yang menyebabkan saluran udara menyempit dan menghasilkan lendir yang berlebihan yang membuat sulit bernafas. Ini dapat dikontrol dengan obat-obatan asma yang terdiri dari Beta-2 agonis dan kortikosteroid. Obat ini mempunyai efek pada rongga mulut yang dapat ditimbulkan oleh pasien asma yaitu penurunan laju aliran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran laju aliran saliva pada pasien asma pengguna inhaler Beta-2 gonis dan atau kombinasi kortikosteroid berdasarkan dosis dan lama penggunaan di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional secara quota sampling melibatkan 28 pasien asma. Pengumpulan saliva menggunakan metode spitting dan dilakukan pengukuran saliva tanpa stimulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek penelitian paling banyak mengalami laju aliran saliva dengan kategori rendah 78,6% dengan seluruh subjek penelitian menggunakan kombinasi Beta-2 agonis dan kortikosteroid, laju aliran saliva dengan kategori rendah pada dosis tunggal Beta-2 agonis 50-100 µg yaitu 95,0%, dosis kombinasi Beta-2 agonis dan kortikosteroid 401-800 µg yaitu 80,0%, lebih dari 12 bulan yaitu 81,8%, alat bantu inhaler Metered Dose Inhaler (MDI) sebesar 94,4%, pada subjek penelitian laki-laki yaitu 84,6% dan usia 65-70 tahun yaitu 100%. Disimpulkan bahwa pasien asma pengguna inhaler Beta-2 agonis dan atau kombinasi kortikosteroid di Poli RSUD Meuraxa Banda Aceh paling banyak mengalami laju aliran saliva dengan kategori rendah yaitu sebesar 78,6%. Kata kunci: Asma, Beta-2 Agonis dan kortikosteroid, laju aliran saliva ABSTRACT Name : Rismanidar Study Programme : Dentistry Faculty : Dentistry Title : The Representation of Salivary Flow Rate in Asthmatic Patients of Inhalers Beta-2 Agonist Users and or The Combination of Corticosteroids Based on The Dose and Duration of Use Asthma is chronic inflammatory condition that causes the airways to constrict and produce excess mucus which makes breathing difficult. This can be controlled with medication asthma consisting of Beta-2 agonist and corticosteroids. The drug has an effect on the oral cavity that can be caused by asthma patients is decreased salivary flow rate. The aim of this study is to describe salivary flow rate in asthmatic patients of inhalers Beta-2 agonist user and or the combination of corticosteroids based on the dose and duration of use in the Poly of Lung of RSUD Meuraxa (Meuraxa Regional Public Hospital) Banda Aceh. Descriptive research of cross sectional used as diesign in this descriptive study 28 asthmatic patients involved in this study who was selected by quota sampling. Collecting saliva without stimulation performed with spitting method. The results showed that most of the research experienced salivary flow rate in the low category 78,6% which all use inhaled Beta-2 agonist and corticosteroid combination, salivary flow rate in the low category on single dose of Beta-2 agonist 50-100 µg about 95,0%, dose combination Beta-2 agonist and corticosteroids 401-800 µg about 80,0%, more than 12 months is 81,8%, tools inhaler metered dose inhaler (MDI) about 94,4%, on the subject of man is 84,6% and at the age of 65-70 about 100%. It can be concluded that, asthmatic patients of Inhalers Beta-2 Agonist users and or the combination of corticosteroids in the Poly of Lung RSUD Meuraxa Banda Aceh most widely experienced salivary flow rate in the low category 78,6%. Keywords: Asthma, Beta-2 agonist and corticosteroid, Salivary flow rate.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN (Rismanidar, 2016)

KARAKTERISTIK PASIEN ASMA PENGGUNA INHALASI BETA-2 AGONIS DAN ATAU KORTIKOSTEROID YANG MENGALAMI SEROSTOMIA DI POLI PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH (MUHAMMAD FADIL, 2016)

GAMBARAN PERIODONTITIS KRONIS PADA PASIEN ASMA YANG MENGGUNAKAN INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID (STUDI PADA POLIKLINIK PARU RSUD MEURAXA BANDA ACEH) (Imam Fithrawan, 2017)

HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DAN PH SALIVA SETELAH BERKUMUR MONOSODIUM GLUTAMAT PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Firman Tirma, 2014)

GAMBARAN LAJU ALIRAN SALIVA TANPA STIMULASI PADA PASIEN TERINDIKASI GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DI RSUD ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Fajri Eka Wardana, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy