//

PERBEDAAN CONSIDERATION OF FUTURE CONSEQUENCES PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI PENGALAMAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang khairatun hisan - Personal Name

Abstrak/Catatan

Remaja akhir merupakan individu yang berusia 18 hingga 22 tahun yang disertai dengan ciri-ciri tertentu, diantaranya: terjadinya peningkatan pada kematangan seksual, sehingga menambah minat terhadap relasi romantis. Peningkatan relasi romantis mengarahkan remaja untuk berpacaran. Berpacaran mendorong remaja untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Hubungan seksual pranikah dilakukan oleh remaja akhir hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual, tanpa mempertimbangkan konsekuensi dari perbuatan. Hubungan seksual pranikah dapat menimbulkan permasalahan dari segi kesehatan fisik dan psikologis, permasalahan tersebut menjadi pertimbangan individu untuk memutuskan melakukan hubungan seksual pranikah atau tidak. Pertimbangan konsekuensi masa depan (consideration of future consequences) tampak pada perilaku individu dalam melakukan hubungan seksual pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan consideration of future consequences pada remaja akhir ditinjau dari pengalaman melakukan hubungan seksual pranikah. Sampel penelitian berjumlah 90 subjek, yang terdiri dari 45 subjek yang melakukan hubungan seksual pranikah dan 45 subjek yang tidak melakukan hubungan seksual pranikah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Consideration of Future Consequences Scale 14, yang dikembangkan oleh Joireman, Shaffer, Balliet, dan Strathman (2012). Hasil analisis data menggunakan independent sample t-test yang menunjukkan terdapat perbedaan consideration of future consequences pada remaja akhir ditinjau dari pengalaman melakukan hubungan seksual pranikah {t (df) = -13,16 (88)}, p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa remaja akhir yang melakukan hubungan seksual pranikah memiliki CFC yang rendah sedangkan remaja akhir yang tidak melakukan hubungan seksual pranikah memiliki CFC yang tinggi. Kata kunci: consideration of future consequences, remaja akhir, hubungan seksual pranikah.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI IBU-ANAK DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI BANDA ACEH (Kurniawati, 2014)

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ORANGTUA DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI KOTA BANDA ACEH (Miranti Bahri, 2016)

PERBEDAAN CONSIDERATION OF FUTURE CONSEQUENCES PADA DEWASA AWAL DITINJAU DARI KONSUMSI ALKOHOL DI BANDA ACEH (Rahmi Muhammad, 2016)

KOPING STRES PADA REMAJA YANG MENIKAH KARENA PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI KABUPATEN BENER MERIAH (Patimah Binti, 2015)

RASA BERSALAH PADA REMAJA YANG MELAKUKAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI BANDA ACEH (Arifati Ilma Lubis, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy