//

ANALISIS PENGARUH DEFLEKSI PIPA TERHADAP FLANGE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA PADA SISTEM PERPIPAAN KILANG ARUN LNG

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Rizki Agustiar - Personal Name

Abstrak/Catatan

A B S T R A K Sistem perpipaan banyak digunakan pada suatu kilang maupun pada industri minyak dan gas, sistem perpipaan ini berfungsi untuk mengalirkan fluida kerja dari suatu komponen ke komponen lainnya sehingga proses produksi dapat berlangsung dengan baik. Sistem perpipaan haruslah dirancang dengan benar agar tidak terjadi kegagalan maupun kebocoran. Perancangan suatu sistem perpipaan haruslah memahami prilaku sistem perpipaan akibat pembebanan dan kode standar desain yang mengatur perancangan suatu sistem perpipaan, prilaku sistem perpipaan antara lain adalah perpindahan, percepatan, tegangan, gaya, momen dan besaran lainnya, Didalam dunia engineering hal ini dikenal sebagai analisis tegangan pipa. Analisis tegangan pipa wajib dilakukan untuk mengetahui posisi jalur-jalur kritis, beban-beban yang terjadi pada pipa dan juga dapat menganalisis kebocoran yang terjadi pada flange. Untuk menganalisis tegangan pada pipa dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Autodesk Inventor dan ANSYS. Pada tugas akhir ini akan menganalisis pengaruh defleksi pipa terhadap flange menggunakan Metode Elemen Hingga pada sistem perpipaan kilang ARUN LNG yang berada di Kota Lhoksemawe Provinsi Aceh. Pipa ini berukuran 16 inch dengan jarak antara tumpuan 10 meter. Pipa tersebut dialiri LNG yang memiliki suhu -162°C dan massa jenis LNG itu sendiri 461,1 kg/m3. Mengalirnya LNG tersebut menjadi sebuah beban bagi pipa yang akan berdampak terjadinya defleksi. Defleksi yang terjadi pada pipa tersebut harus dalam batas toleransi yang diizinkan. Tujuan yang ingin dicapai pada tugas akhir ini adalah menghitung besar defleksi yang terjadi pada sistem perpipaan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan dan simulasi, defleksi yang terjadi pada pipa masih dalam katagori aman, karena batas maksimal defleksi adalah 20,3 mm. Hasil perhitungan defleksi pipa dengan jarak antar tumpuan sejauh 10 meter, tekanan sebesar 9,0 MPa, berat pipa 4948,889 N, berat LNG 559,48 N, berat pipa ditambah dengan berat LNG adalah 5508,369 N, dan nilai defleksi yang terjadi adalah 4,4983 mm ≈ 4,50 mm. Hal ini menunjukan kondisi defleksi yang terjadi pada pipa aman, karena defleksi yang terjadi tidak melebihi nilai batas yang diizinkan. Kata kunci: Sistem Pepipaan, Defleksi, Motode Elemen Hingga, Analisa Tegangan .

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA PENGARUH DEFORMASI PADA PIPA BAJA KARBON A106 TERHADAP TUMPUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Nuzul Qadri, 2016)

ANALISIS ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PENGENDALIAN H2S DI KILANG SULFUR RECOVERY UNIT (Jarnawi Syamsuddin, 2018)

ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN PADA DEHYDROGEN UNIT UREA-2 PT PIM (T. Jefri Hatta M., 2017)

PENGELOLAAN JARINGAN PASOK DAN NILAI TAMBAH EKONOMI (EVA) GABAH PADA KILANG PADI “AA” DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Miftahul Rauzah, 2015)

PENGARUH PENERAPAN SOFTWARE SYSTEM APPLICATION AND PRODUCT IN DATA PROCESSING (SAP) TERHADAP SISTEM INFORMASI DATA KEPEGAWAIAN DAN SISTEM PENGGAJIAN (STUDI KASUS PADA PT ARUN NGL CO) (AMALIA SHABRINA, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy