//

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT ‘DESA SIAGA BENCANA’ DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Febriana - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadi bencana alam yaitu gempa bumi. Hal ini dikarenakan posisi geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, dan memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif. Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 secara jelas menggambarkan sangat pentingnya kapasitas semua sektor di bidang kesiapsiagaan bencana. Beberapa desa di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh merupakan desa yang sudah mendapatkan arahan dan bimbingan untuk menghadapi bencana yang disebut desa siaga bencana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat desa siaga bencana dalam menghadapi gempa bumi di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang pegawai BPBD dan 45 orang masyarakat dari tiga gampong di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh yaitu Gampong Deah Baro (daerah pesisir pantai), Gampong Cot Lamkuweuh (daerah mendekati pantai), dan Gampong Surien (daerah jauh dari pantai). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pembagian kuisioner yang terdiri dari empat aspek kesiapsiagaan yaitu pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, dan sistem peringatan bencana. Hasil yang didapat adalah (1) kesiapsiagaan pegawai BPBD Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (82%) dalam menghadapi bencana gempa bumi. Namun aspek pengetahuan tentang bencana adalah yang paling rendah dan perlu perhatian lebih lanjut, (2) kesiapsiagaan aparatur gampong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori baik (79%) dengan persentase sistem peringatan bencana sangat baik (85%), dan pengetahuan serta sikap lebih rendah (74%) tetapi berada pada kategori baik, dan (3) kesiapsiagaan masyarakat Desa Siaga Bencana yaitu Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (69%) dengan faktor kesiapsiagaan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut adalah aspek pengetahuan bencana yang berada dalam kategori cukup (63%). Oleh karena hal tersebut, pelatihan dan sosialisasi berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana khususnya bencana gempa bumi di daerah yang rawan terjadi bencana perlu diterapkan secara rutin dan berskala. Kata kunci: kesiapsiagaan, gempa bumi, desa siaga bencana

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN PENGETAHUAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA TSUNAMI PADA MASYARAKAT DESA PUNGE UJONG KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH (ICHA PRASETINA, 2016)

KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA (Ainal Mardhiah, 2014)

EFEKTIVITAS PENERAPAN SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI TERHADAP KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SMP ISLAM YPUI BANDA ACEH (H A M D A N, 2016)

KESIAPSIAGAAN GURU DALAM MENGHADAPI BENCANA RNGEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI SEKOLAH DASAR RNNEGERI DI WILAYAH KECAMATAN MEURAXA RNDAN KUTA ALAM: A COMPARATIVE STUDY (ALFIYATUL RAHMI, 2015)

PENGARUH METODE SIMULASI PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA GEMPA BUMI DI SD ULEE PAYA PULO BREUH RNACEH BESAR (POCUT ZAIRIANA FINZIA, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy