//

PEMIKIRAN TENGKU AHMAD DEWI TENTANG IDIOLOGI KE ACEHAN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SAYED AZNAN - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK SAYED AZNAN 2016 PEMIKIRAN TENGKU AHMAD D EWI TENTANG IDIOLOGI KEACEHAN Universitas syiah kuala Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (Maimun,MA) (x,78), pp., bibl., app. Pada dasarnya Tengku Ahmad Dewi merupakan seorang ulama yang muncul ketika Aceh dalam keadaan konflik. Beliau muncul sebagai lulusan Dayah (pasanteren) yang kemudian membawa gagasan-gagasan tentang konsep kehidupan secara islamiah, pemikiran yang di pengaruhi oleh pendidikan yang pernah dilaluinya dan ikatan sejarah yang pernah melekat di benaknya tentang Agama dan budaya sebagai falsafah kehidupan masyarakat Aceh, membuatnya yakin akan keteguhan untuk menjalankan hukum sesuai tuntutan agama (syariat islam). Keadaan yang kurang kondusif membuatnya tergerus dalam pertikaian politik yang terjadi di Aceh, akibat ketenaranya sebagai Da’i kemudian beliau dikait-kaitkan dengan organisasi pemberontak di Aceh yang pada dasarnya berbeda tujuan. konsep Pergerakan Revolusi Islam Aceh (PRIA) yang pernah di gagasnya menjadi sesuatu mimpi yang tidak pernah terujud akibat tuduhan telah merong-rong Negara membuat dia berakhir tanpa di ketahui pusaranya, Tengku Ahmad Dewi hilang diculik dan tidak ada yang tahu keberadaannya sampai saat ini. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisa pemikiran dan pergerakan Tengku Ahmad Dewi tentang idiologi ke Acehan. Pemikiran untuk membawa Aceh kedalam sebuah wilayah yang menerapkan syariat islam dan pergerakanya agar tercapai setiap tujuannya. Penelitaan ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan biografis, penedekata biografis adalah studi tentang pengalaman yang di tuliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip yang menjelaskan tentang kajian peneliti. Hasil penelitian menunjukan pemikiran Tengku Amad Dewi tentang idiologi keAcehan merupakan sebuah ikatan pemikiran sejarah yang pernah dilalui oleh bangsa Aceh dengan mengutamakan islam sebagai kepercayaan dan menyesuaikan adat dan budaya dalam ranah sosial politik yang di lalui. Pemikiran inilah yang membuat Tengku Ahmad Dewi selaku ulama berfikir untuk bagaimana menerapkan kembali azas-azas islam dalam hudup masyarakat Aceh setelah bergabung dengan Negara Indonesia. Diharapkan pemerintah Aceh serius dalam mengungkap kasus-kasus pelangaran Hak Asasi Manusia yang pernah terjadi pada masa konflik Aceh dengan mengimplementasika Qanun (Perda) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh (KKR), dan dukungan dari lembanga-lembagaa pengiat Hak Asasi Manusia untuk mengajak masyarakat Aceh yang terbunuh tanpa alasan yang jelas agar mengajukan tuntutan demi mendapatkan hak-hak yang pernah terampas oleh konflik. Kata Kunci : Pemikiran Tengku Ahmad Dewi, ideologi keAcehan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

BIOGRAFI TENGKU HAJI MUHAMMAD ALI IRSYAD (ABU TEUPIN RAYA, 1915-2003) (Rejal Afriansyah, 2018)

ANALISA TINGKAT PELAYANAN JALUR PEDESTRIAN DI JALAN K.H. AHMAD DAHLAN BANDA ACEH (Nuzula, 2014)

EVALUASI KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) (STUDI KASUS JALAN TENGKU CHIK BA KURMA, KABUPATEN ACEH BESAR) (Abdi Azizul Hakim, 2017)

PERKEMBANGAN DAYAH NURUL YAQIN TENGKU KERAMAT KECAMATAN LABUHAN HAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN, 1982-2014 (REZA SAH PUTRA, 2015)

ANALISIS BAURAN PEMASARAN BUBUK KOPI RNDI KOTA BANDA ACEH (PADA CV. KOPI ULEE KARENG DAN CV. KOPI TENGKU ACEH) (Kemal Riza, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy