//

INVESTIGASI BENDA ARKEOLOGI DI BENTENG DAN MASJID TUHA INDRAPURI ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK GRADIOMETER

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Cut Intan Keumala - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian metode magnetik gradiometer untuk pemetaan sebaran objek-objek arkeologi yang terpendam di komplek Masjid Tuha Indrapuri Aceh Besar. Pengukuran medan magnetik total dan gradiometer di lapangan dilakukan dalam bentuk grid dengan spasi antar-titik 2 m meliputi area seluas 15395,27 m^2. Untuk memperoleh anomali medan magnetik total yang berasal dari benda target, telah dilakukan koreksi diurnal dan IGRF (International Geomagnetic Reference Field) terhadap data yang terukur. Untuk memudahkan interpretasi kualitatif, data anomali medan magnetik total telah ditransformasi reduksi ke ekuator, low pass filter dan high pass filter. Peta kontur anomali medan magnetik total yang telah di reduksi ke ekuator, pemfilteran dan medan magnetik gradiometer dibandingkan sehingga didapat gambaran bawah permukaan daerah penelitian. Semua peta kontur menunjukkan adanya pola-pola kelurusan anomali medan magnetik di sekitar masjid yang diinterprerasikan sebagai sisa-sisa bangunan atau objek-objek arkeologi di bawah permukaan. Kata kunci: Gradiometer, metode magnetik, anomali medan magnetik total, geofisika arkeologi ABSTRACT A research using magnetic and gradiometer methods have been conducted for mapping distribution of archeological objects buried in Masjid Tuha Indrapuri, District of Aceh Besar. In order to obtain a better resolution of the targets, the total magnetic field and gradiometer data were measured with 2 m distance between stations, covering an area of 15395.27 m^2. The diurnal and IGRF (International Geomagnetic Reference Field) correction were used to obtain the total magnetic field anomaly. The total magnetic field anomaly data have been analyzed with reduction to the equator transformation, low pass filter and high pass filter. The reduction to equator, low pass filter and high pass filter of the total magnetic field anomalies as well as the gradiometers data were compared. The maps show alignment of contour patterns around the mosque expected as structures and archeological objects in the subsurface. Keywords: Gradiometer, magnetic methods, total magnetic field anomaly, archaeology geophysics

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TRANSFORMASI PSEUDO-GRAVITY DATA ANOMALI MAGNETIK UNTUK INVESTIGASI SITUS ARKEOLOGI DI KAWASAN BENTENG KUTA BATEE, TRUMON, ACEH SELATAN (Helma Linda, 2016)

IDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI KAWASAN BENTENG KUTA BATEE, TRUMON, ACEH SELATAN (Fitria Rahmadhani, 2016)

PERBANDINGAN ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL BERDASARKAN DARI KERAPATAN STASIUN PADA KAWASAN BENTENG KUTA LUBOK (Dede Zulhana, 2016)

APLIKASI METODE MAGNETIK UNTUK MENDETEKSI RUNTUHAN BENTENG LUBOK DESA LAMREH ACEH BESAR (haris hartsa naufal, 2015)

PERSEPSI MASYARAKAT INDRAPURI TERHADAP PENINGGALAN SITUS SEJARAH MESJID TUHA INDRAPURI (Riskiana , 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy